Warga Ditolak Ambulans, Bukti Pemerintah Kota Tangerang Gagal Lindungi Warganya

Peristiwa tenggelamnya bocah malang yang bernama Muhamad Husen pada Jumat, 23 Agustus 2019 lalu sangat membekas dan melukai perasaan warga Kota Tangerang. Hal ini menjadi cerminan bagaimana Arief R Wismansyah selaku Walikota Tangerang  inkonsisten dalam merealisasikan janji politiknya untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Tangerang. Hal ini disampaikan oleh Septian, direktur eksekutif LBH POSKO PERJUANGAN RAKYAT BANTEN.

Pemerintah Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Walikota Arif R Wismansyah yang dengan sengaja melakukan pembiaran terhadap seorang warga yang menggendong jenazah karena tak mampu membayar biaya sewa ambulans adalah bentuk kegagalan pemerintah Kota Tangerang dalam melindungi warganya, hal ini menjadi perhatian khusus bagi Septian, direktur eksekutif LBH POSKO PERJUANGAN RAKYAT BANTEN.

Menurut Septian jika tak boleh ada SOP yang bertentangan dengan moralitas dan norma yang berlaku “ jika bertentangan dengan moralitas harus nya bisa dibentuk diskresi atau pengecualian. Septian menambahkan puskesmas sebagai perpanjangan tangan dari Negara seharusnya dengan sigap memberikan pelayanan yang maksimal bagi rakyat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Kepada media, Septian juga menjelaskan hal-hal yang seperti ini sering terjadi di Kota Tangerang namun ini yang paling parah dan sangat melukai perasaan warga Kota Tangerang. Ironisnya, ditengah gencarnya pemerintah pusat dalam mengkampanyekan kesetaraan sesama manusia Pemkot Tangerang justeru melakukan tindakan yang melukai kita semua,”  tambahnya

Septian juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat terutama kawan- kawan mahasiswa untuk bersama-sama mengkosolidasikan, dan membangun kesadaran kolektif yang kemudian di lanjutkan dengan penyampaian aspirasi secara massive.pungkasnya.

Senada dengan Septian, Rosyid Warisman, selaku Sekjen Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang juga menyayangkan sikap dari pihak Puskesmas Tangerang yang tidak mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam bekerja, dengan adanya persoalan seperti ini tergambar jelas bagi kita semua bagaimana Pemkot Tangerang memperlakukan masyarakatnya.

“Kejadian tersebut menjadi kontradiktif bagi kota yang berjuluk Akhlaqul Karimah ini. Bagaimana tidak, Walikota Tangerang yang notabane nya juga sebagai pengusaha yang bergerak di bidang rumah sakit selama ini lebih banyak pencitraan daripada membangun kesetaraan, hal itu tergambar jelas saat ada salah satu warga yang diterlantarkan  oleh Puskesmas Tangerang dan terpaksa membawa pulang dengan menggendong jenazah anaknya yang meninggal dunia akibat tenggelam di sungai Cisadane,” ungkapnya.

Kami juga turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan melakukan penggalangan koin ambulan yang apabila sudah terkumpul akan diberikan kepada Walikota Tangerang beserta jajaran nya.(fh)