Tugas Besar Esemka Dalam Persaingan Industri Otomotif Nasional

Lepas dari momentum besar peluncuran fasilitas pabriknya di Boyolali, Jawa Tengah PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) masih memiliki tugas besar. Sebagai sebuah produsen mereka harus mampu mengambil hati masyarakat Indonesia sebagai calon konsumen utama mereka.

Kesan optimistis terkait masa depan produsen ini muncul dari Direktur Utama PT Esemka, Eddy Wirajaya. “Peresmian ini menjadi awal dari pembuktian kami menghasilkan produk buatan nasional dapat berkompetisi dan layak bersaing dalam industri otomotif saat ini,” ujarnya seperti diunggah dalam kanal Sekretariat Presiden, Jumat (6/9/2019).

Mobil Esemka

Esemka sebagai produsen saat ini baru memiliki satu produk dalam lini kendaraan buatannya yakni Bima. Model kendaraan komersial bertipe pikap ini menggendong mesin 1.2 L dengan pemakaian komponen lokal sekitar 62 persen. Sebagian besar onderdil buatan dalam negeri yang dipakai terletak pada bodi.

Faktor lain yang dapat menempatkan produk keluaran Esemka dalam persaingan industri otomotif saat ini adalah harga jual. Bima sendiri dikabarkan akan memiliki label harga di kisaran Rp110 juta atau lebih murah dari kendaraan LCGC. Meski secara tipe, mobil rakitan dalam negeri tersebut akan berada dalam pasar kendaraan komersial.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kegiatan peresmian pabrik Esemka sudah menunjukkan apresiasi besar melihat proses produksi yang telah berjalan. “Sebagai sebuah usaha pertama dalam memulai usaha otomotif dengan brand dan principal dari Indonesia harus kita acungi jempol,” katanya.

Mobil Esemka