Tak Punya HP, Puluhan Orangtua Murid di Tangsel Jemput Soal Ujian ke Sekolah

Belajar secara online menjadi solusi agar pendidikan formal untuk anak tetap berjalan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Namun pola seperti ini tidak berjalan mulus bagi sebagian orang, sebab kekurangan sarana berupa ponsel pintar (HP).

Problematika seperti ini dialami sejumlah siswa di Tangerang Selatan (Tangsel), kota yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Di sana puluhan orangtua murid yang tidak memiliki ponsel pintar mengaku anaknya kesulitan mengikuti proses belajar dari rumah.

Terlebih saat ini sedang dilaksanakannya ujian akhir sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) seperti yang terjadi di SDN Pondok Kacang Timur 01, Pondok Aren.

Para orangtua yang tak memiliki ponsel pintar terpaksa datang ke sekolah untuk mengambil materi ujian. “Ini saya mengambil soal ulangan (untuk anak). Ini saya enggak punya HP,” ujar Umiro, salah satu orangtua murid, Jumat (5/6/2020).

Lalu bagaimana dengan proses belajar online selama pandemi Covid-19? “Enggak ikut,” ucapnya.

Sementara Plt Kepala Sekolah SDN Pondok Kacang Timur 01 mengakui dari 383 anak didik nya masih terdapat 25 murid yang belajar di rumah secara konvensional karena tak memiliki ponsel pintar.

“Orangtua murid yang datang hari ini bahkan ada kemarin, itu orangtua yang tidak memiliki daya dukung untuk anak-anak untuk mengikuti penilaian akhir tahun (PLT). Karena PLT tahun ini harus melalui prosedur daring, bisa melalui link, whatsapp atau jaringan lainnya,” ucapnya.

“Tetapi dengan keterbatasan kemampuan orangtua, tidak semua orangtua memiliki daya dukung HP, maka kami memberikan kelonggaran, kemudahan kepada orangtua atau anak-anak itu untuk mengambil soal,” tambahnya.