Sumpah Pemuda, 92 Tahun Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain dirayakan saat pandemi Covid-19 yang masih melanda, momen bersejarah tersebut sekaligus menempatkan Bahasa Indonesia menapaki usia 92 tahun sebagai bahasa pemersatu.

“Hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda ke-92. Berarti, 92 tahun pula usia Bahasa Indonesia dikukuhkan menjadi bahasa persatuan yang dijunjung tinggi oleh bangsa besar di Tanah Air yang bernama Indonesia,” tutur Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, E Aminudin Aziz, di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Bertepatan dengan momen tersebut, Kemendikbud juga merayakan Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2020 yang dihelat secara daring. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema Berbahasa untuk Indonesia Sehat yang rangkaiannya mulai digelar sejak 1 Oktober lalu.

Ia meyakini ada berkah di balik musibah wabah Corona yang melanda dunia saat ini. Menurutnya, di balik segala keterbatasan karena pandemi Covid-19, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2020 telah menumbuhkan banyak kreativitas dan mendapat banyak respon positif dari masyarakat.

“Bahkan, kami mendengar komentar dari para pemerhati bahasa dan sastra yang menyatakan bahwa Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini terasa jauh lebih semarak. Memang benar, kreativitas itu selalu tanpa batas bagi orang-orang yang mau berpikir,” tukas dia.

Aminudin mengakui perhelatan kali ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika biasanya dirayakan selalu meriah dan berkumpulnya banyak orang, kini pertemuan dibatasi karena imbas pandemi Covid-19 sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan berkerumun atau berkumpul secara tatat muka langsung.

“Karena itu, kegiatan tahun ini diselenggarakan dengan mengutamakan ruang-ruang pertemuan daring atau virtual untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Aminudin pun mengapresiasi berbagai tanggapan dan seluruh peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan Kemendikbud sejak awal Oktober. Berbagai kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra itu diselenggarakan di pusat maupun di 30 balai dan kantor bahasa yang tersebar di daerah. Adapun rangkaian agenda yang dilakukan meliputi lomba perseorangan maupun tim, diskusi, dan pagelaran lainnya terkait kebahasaan dan kesastraan Indonesia.