Renungan Idul Fitri 1442 Hijriah

SEMOGA ibadah puasa sebulan Ramadhan dapat membersihkan diri kita dari sifat-sifat yang tidak baik dan mengukuhkan pribadi muslim sampai pada derajat takwa. Ibadah Ramadan telah menggembleng setiap muslim menjadi pribadi yang dekat dengan Allah dan dekat dengan sesama.

Pengetahuan tentang agama haruslah berbanding lurus dengan penghayatan dan pengamalan ajaran agama itu sendiri sebagai sikap hidup muslim. Umat Islam perlu mengasah kepekaan moral, kepekaan sosial, kepekaan intelektual, kepekaan teknologi dan kepekaan lingkungan di tengah dunia yang mengalami perubahan sangat dinamis.

Dalam keadaan bagaimana pun, setiap datangnya Idul Fitri, seperti saat ini kita berhari raya dalam suasana kekhawatiran terhadap risiko penyebaran Covid 19, namun sesuai tuntunan Al Quran dan Sunnah, hari Idul Fitri penuh kemuliaan ini tetap harus disambut dengan sikap rohani yang positif, mengumandangkan kalimat Takbir membesarkan Allah Yang Maha Agung, kalimat Tauhid mengesakan Allah Yang Maha Kuasa, kalimat Tahmid mensyukuri nikmat Allah Yang Maha Kaya.

Mari di hari Idul Fitri yang istimewa ini kita berdoa mohon ampun kepada Allah, semoga marabahaya Covid 19 segera berlalu. Kepada Allah SWT semua manusia mencari kekuatan dan pertolongan.

Mari meraih kebahagiaan Idul Fitri dengan memberi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung secara materi melalui pemberian zakat, wakaf, infak dan sedekah serta empati terhadap penderitaan orang lain.

Islam mengajarkan sikap tidak kikir dan tidak berlebih-lebihan dalam menikmati rezeki dari Allah hingga menimbulkan kecemburuan sosial.

Pesan Ramadhan dan Idul Fitri, perbaiki hubungan dengan Allah SWT dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia tanpa sekat-sekat pemisah yang menjauhkan kita kebersamaan dan keakraban sosial.

Kekosongan jiwa manusia dari pegangan hidup dan hubungan baik dengan sesama akan menyebabkan penderitaan.

Kedudukan manusia sama, kecuali takwanya. Seorang muslim alumni Ramadhan diharapkan mempunyai karakter yang kuat dalam beragama dan membela cita-cita kemanusiaan.

Oleh: Sekretaris Ditjen Bimas Islam,

Muhammad Fuad Nasar.

Mungkin Anda Menyukai