Polisi Kesulitan Sempurnakan Sketsa Wajah Dua Penyerang Novel Baswedan, Ini Alasannya

Polisi masih kesulitan dalam menyempurnakan sketsa wajah pelaku lain dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Pasalnya, pihak Polda Metro Jaya sebelumnya menyebut bahwa ada tiga sketsa terduga pelaku penyerang Novel. Namun, saat ini, baru satu sketsa wajah terduga pelaku yang dirilis langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, menuturkan sisa sketsa wajah terduga pelaku lainnya masih terus dilakukan proses penyempurnaan. Martinus menyebut bahwa dalam proses pembuatan sketsa wajah itu, penyidik selalu mencocokkan dengan para saksi dan barang bukti lainnya.

“Karena setiap sketsa itu ditampilkan pada saksi lain, benar tidak ciri-cirinya seperti ini. Kemudian para saksi misalnya bilang ‘tambah ini pak’, maka penyidik akan cek lagi,” ujar Martinus di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu 2 Agustus 2017.

BACA JUGA: FOKUS: Menanti Akhir Dibekuknya Pelaku dan Motif Teror ke Novel Baswedan

Saat ini, sketsa wajah pelaku lainnya, dikatakan Martinus telah dibawa ke Australia untuk dilakukan proses identifikasi, karena negeri Kangguru itu dinilai memiliki peralatan yang lebih canggih.

Dalam pengungkapan kasus yang menjadi misteri selama hampir 100 hari ini, Martinus meminta kepercayaan masyarakat bahwa tujuan akhir dari upaya yang dilakukan polisi dalam kasus ini adalah menangkap pelaku dan mengungkap secara tuntas kasus teror yang menimpa Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu.

Upaya itu, Martinus mengungkapkan telah dilakukan penyidik dalam bentuk taktik, teknik dan strategi yang sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Tentu berdasarkan hukum dan teknik dan taktik yang ada di kepolisian. Seperti mencocockkan sketsa dan CCTB, karena ini bagian dari upaya Polri untuk ungkap ini,” imbuh dia.

BACA JUGA: Sketsa Penyiram Air Keras Novel Disebar, Ini Respons Keluarga

Sebelumnya, lantaran tak kunjung terungkap, Presiden Jokowi dengan tegas mengeluarkan instruksi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap kasus teror Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.

Usai pertemuan itu, Tito langsung merilis satu buah sketsa wajah yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku aksi teror tersebut. Meskipun hal itu baru dilakukan setelah lebih dari 100 hari dari kejadian. Adapun ciri-cirinya adalah, seorang pria berkulit sawo matang dengan rambut ikal keriting dan tinggi badan sekira 167 me‎ter.

*okezone.com(fzy)

Mungkin Anda Menyukai