Panggung Rakyat Ke IV, FAM Tangerang Himbau Milenial Budayakan Pancasila

Forum Aksi Mahasiswa (Fam) Tangerang kembali menggelar agenda panggung rakyat yang ke IV. Agenda rutin dari organisasi gerakan mahasiswa tersebut mengusung tema “membangun budaya kerakyatan untuk memperkukuh nilai-nilai Pancasila”.

Ketua Pelaksana Panggung Rakyat IV, Muhammad Rizki, mengatakan bahwa tema yang di usung pada panggung rakyat IV ini sangat berkaitan sekali dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Sejak 2017, pancasila kembali mendapat ancaman oleh ideologi transinternasional yang coba mengganti ideologi bangsa yang multi-kultural ini”. Ungkap Rizki saat sambutan Panggung rakyat di depan kampus Stisip Yuppentek Tangerang.

Lebih lanjut tema tersebut di bahas melalui sesi diskusi dengan menghadirkan narasumber aktivis gerakan mahasiswa diantaranya ; Rahmat Sanjaya, Harpen Nugroho, Koko Sujarwo, Abuy, Ricky Novriansya, Septian Prasetyo, Mauladi Fachrian dan Shandi Marta Praja.

Rahmat Sanjaya Menghimbau agar kaum milenial tidak terjebak dengan hedonisasi karena pesatnya teknologi saat ini. “Harusnya, milenial bisa berlaku sebaliknya, gunakan pesatnya Teknologi (khususnya medsos) untuk mengkampanyekan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas dari Pancasila”. Ujar Rahmat.

Selaras dengan Rahmat, Septian berpesan agar mahasiswa tidak eksklusif. Mahasiswa yang menjadi benteng terakhir bangsa, menurutnya harus mampu berbaur dengan seluruh elemen rakyat. “Mahasiswa tidak boleh kepedean dengan kemampuan intelektualnya, kalau tidak berbaur dengan rakyat, mau dikemanakan intelektualnya”. Cetus septian.

Sementara Central Comite FAM Univ. Muhammadiyah, Shandi, mengajak pemuda desa untuk mempertahankan budaya Pancasila yang saat ini terus di ganggu oleh ideologi transinternasional. “Secara SDM, pemuda di desa harus yakin bahwa desa mampu membangun negara dengan budaya-budaya kerakyatan”.

Acara Panggung Rakyat berisikan penampilan musik, puisi, teater, orasi dan diskusi dari berbagai elemen yang di undang. Turut hadir perwakilan buruh dari Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Serikat Buruh Karya Utama (SBKU), UKM Masinis Stisip Yuppentek, Iluni Stisip Yuppentek, Dewan Mahasiswa (Dema) Raharja, Forum Mahasiswa Kabupaten Tangerang, Gerakan Feminis Tangerang, kelompok budaya Semanggi (semangat berbagi), pengamen jalanan, kaum miskin kota dan pemuda desa dari mauk.