Padepokan Karang Tumaritis ujudkan Jiwa Nasionalisme

Padepokan Karang Tumaritis yang terletak di kampung Babakan, Kelurahan Bojong Nangka Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang setelah ditata kembali akhirnya diresmikan oleh Hasto Kristytanto pada 10 April 2021. Nama padepokan ini terinspirasi dari sosok semar, dalam kisah pewayangan.

“Semar adalah sosok Wong cilik yang sederhana dan tidak neko-neko. Tetapi di hadapan Semar, Betara Kala yang menguasai dunia Setan dan jin tunduk pada Semar,” ungkap Ananta Wahana, pengasuh padepokan karang Tumaritis kepada wartawan saat Buka Bersama, Senin lalu (20/04/2021).

Ananta yang juga anggota komisi VI DPR RI ini berharap padepokan ini dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

“Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis ini. kami harapkan dapat berkontribusi untuk mengubah Betara Kala menjadi Kasatria atau bahkan Dewata. Maksud kami mencetak Kader Nasionalis Pancasilais bagi generasi anak bangsa untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Ananta menjelaskan, awalnya tempat yang menjadi padepokan ini Kebon Bambu yang penuh ular. Oleh para pegiat sosial, budaya dan politik dirombak menjadi tempat mengolah bathin, pikir, kreativitas dan kegiatan sosial seni budaya, politik serta pendidikan alternatif.

“Banyak kegiatan konkrit yang sudah dilakukan, seperti kegiatan kelompok mahasiswa mencetak kadernya, Paguyuban seni budaya berkreativitas, Penggiat pendidikan membuat rumah baca, membuat PAUD dan bahkan Saat ini juga mendidik dan memfasilitasi sekolah para anak imigran Turki, Irak, Afganistan dan Vietnam, termasuk juga anak-anak sekitar yang ingin menimba ilmu,” jelasnya.

Peresmian padepokan ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti di bawah Patung Bung Karno dengan tongkat komando oleh Hasto Kristyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Serta turut dihadiri Enny Sri Hartanti, Ekonom INDEF, Deddy Yevry Sitorus. Komisi VI DPR RI, Ari Bima, Kepala Badan Kebudayaan Nasional DPP PDI Perjuangan, Dan Zuwari Misrawi atau Gus Mis, Cendekiawan Muslim.

Hasto Kristyanto, Sekjen DPP PDI perjuangan menambahkan, Bahwa generasi muda harus melihat masa pandemi COVID-19 bukan sebagai musibah, tetapi sebagai panggilan sejarah untuk berbuat sesuatu bagi negeri.

Lanjutnya, Bangsa yang besar adalah bangsa yang digembleng oleh berbagai cobaan dan rintangan sejarah untuk kemudian mampu membuktikan diri mumpuni mempertahankan dan melanjutkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah.

“Maka, tempat seperti Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis ini harus menjadi wadah untuk memperkuat prikemanusiaan dan gotong royong bagi kaum muda di masa krisis pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai