Minta Gedung Tapi Bolos Rapat, Hafisz Tohir: Malu Makan Gaji Buta

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Achmad Hafisz Tohir mengungkapkan, para anggota dewan yang tidak hadir pada Rapat Paripurna tanggal 29 Agustus 2017 kemarin seharusnya merasa malu.

Pasalnya, menurut Hafisz, kinerja belum ada peningkatan yang signifikan, namun sudah meminta atau mewacanakan pembangunan gedung apartemen.

“Bolos terus, tapi mau fasilitas mewah. Malu makan gaji buta,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (30/8).

Maka dari itu, Wakil Ketua Komisi XI itu pun mengaku, sangat tidak setuju dengan wacana pembangunan gedung apartemen tersebut.

“Jelas aku nggak setuju. Ketika saya melihat ada rakyat miskin yang masih sulit makan 2 kali sehari, maka saya berpandangan pembangunan gedung baru menjadi suatu hal yang muskil dan tidak berprikemanusiaan,” ujar Hafisz.

Hafisz pun mengambil contoh tauladan dari salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga salah satu Khalifah, Sayyidina Umar bin Khattab RA, yang tidak tidur di singgasananya yang mewah dan memilih tidur di luar istana di atas hamparan pasir dan hanya beralaskan pelepah pohon kurma.

“Karena Dia (Sayyidina Umar) melihat ada rakyatnya yang masih belum bisa makan dan kenyang sebelum tidur. Subhanallah, begitu mulianya hati Sayyidina Ummar. Itu yang menjadi alasan saya kenapa saya menolak gedung baru,” katanya tegas.

Kendati demikian, Hafisz mengakui, memang ruangan anggota dewan saat ini kurang representatif jika dilihat dari kapasitasnya. Namun itu bukanlah satu-satunya yang dapat menjadi pembenaran agar membangun gedung baru.

“Karena masih banyak yang lebih urgent. Misal, kenapa rakyat dibebani dengan harga listrik yang mahal? Kenapa kesehatan masih menjadi milik warga kaya saja, bagaimana dengan si miskin? Kenapa beras masih mahal dan tidak bisa kita produksi sendiri? Kenapa kesempatan bekerja masih sedikit dan lain-lain. Masih banyak persoalan bangsa ini yang lebih dulu harus kita selesaikan,” ujarnya.[]