Mengenang si Jenius Habibie, Putra Indonesia yang Harum di Dalam dan Luar Negeri

Presiden ketiga RI BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019), setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari karena sakit.

Habibie dilaporkan mengembuskan napas terakhir sekira pukul 18.05 WIB. Habibie dikabarkan sempat kritis sebelum dipastikan meninggal dunia.

Dinukil dari berbagai sumber, pemikiran yang dimiliki Habibie mengenai teknologi kala itu berhasil membuat kagum Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Sehingga pemikiran-pemikiran tersebut pun akhirnya disetujui oleh Pak Soeharto. Bahkan, Presiden ke-2 RI itu setuju untuk menganggarkan ‘dana ekstra’ guna mengembagkan ide yang dimiliki Habibie kala itu.

Pada 26 April 1976, pria kelahiran 25 Juni 1936 ini bahkan telah berhasil mendirikan industri pesawat terbang pertama yang ada di kawasan Asia Tenggara yakni PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Industri tersebut akhirnya berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusatara (IPTN) pada 11 Oktober 1985.

 

Atas strategi yang dilakukan oleh Habibie pada industri di bidang teknologi tersebut, banyak hasil yang telah diciptakannya, seperti pesawat terbang, helikopter, senjata, kemampuan pelatihan, sampai jasa pemeliharaan bagi mesin-mesin pesawat, amunisi, kapal, tank, panser, senapan kaliber, water cannon, kendaraan RPP-M, kendaraan kombat, dan berbagai keperluan sipil serta militer lainnya.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Teknologi, pria penerima gelar Doktor Ingenieur ini pernah bekerja di salah satu perusahaan penerbangan yang ada di Hamburg, Jerman.

Tidak hanya di dalam negeri, Habibie juga dipercaya melakukan proyek berskala internasional di luar negeri. Habibie pernah terlibat dalam proyek desain serta konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130, Hansa Jet 320, Air Bus A-300, pesawat transport DO-31, CN-235, serta CN-250.

Keterlibatannya dalam dunia teknologi menjadikan alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Jerman ini dikenal sebagai Bapak Teknologi. Habibie sendiri menikah dengan Hasri Ainun Besari dan dikaruniai dua orang putra yang diberi nama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.(sp)