Liferaft KRI Nanggala Berhasil Diangkat, Anjungan Kapal Masih Tertahan

Liferaft dari kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali berhasil diangkat. Liferaft diangkat oleh tim TNI Angkatan Laut dengan bantuan kapal milik China.

“Tadi yang saya sampaikan Kapal Tan Suo Er Hao sudah mengangkat badan liferaft KRI Nanggala, posisinya sekarang, sudah kami simpan dengan baik sebagai bukti bahwa kapal-kapal dari negara sahabat kita, dari Tiongkok sudah melaksanakan tugasnya,” kata Pangkormada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto dalam konferensi pers di Bali.

Liferaft di kapal selam ini berjumlah dua unit. Liferaft merupakan alat yang digunakan jika kapal mengalami kondisi kedaruratan.

“Sama Kapal Tan Suo Er Hao sudah sudah ditali, sudah dinaikkan, maaf tidak saya bawa ke sini karena beratnya kurang lebih 700 kilogram satu buah,” ujar Iwan.

Namun anjungan tersebut tidak berhasil diangkat karena sling yang digunakan putus. Setelah diperkirakan ulang, berat anjungan itu kemungkinan lebih dari 20 ton.

Hari pertama pengangkatan setelah pasang-pasang, semua sudah oke, dipasang putus, slingnya tidak mampu, dengan perkiraan selisih yang dipasang tersebut. Mereka memperkirakan mampu mengangkat 18 ton ternyata putus. Sehingga mengapa mereka mengkalkulasi ulang tidak mungkin kalau beratnya 18 ton jadi lebih mungkin lebih dari 20 ton jadi mengapa saat ini mereka masih berusaha untuk memasang sling-sling yang ada dengan penambahan sling yang ada,” ujar dia.

Mungkin Anda Menyukai