KPPLI Kampanyekan Plastik Ramah Lingkungan Di Tangsel

Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia KPPL-I mulai gencar melakukan sosialisasi dimasyarakat, kampanye penggunaan kantong plastik yang ramah lingkungan digelar KPPL – I dengan tajuk “Ngopi Bareng KPPL – I” di Kecamatan Setu KotaTangerang Selatan.

Koordinator KPPL-I Banten Zarkasih Tanjung menyampaikan keprihatinannya tentang kondisi masyarakat yang belum menyadari sepenuhnya atas bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan plastik konvensional, “Karena menurut hasil penelitian, sampah plastik konvensional dapat mengganggu kesehatan maupun menjadi penyebab rusaknya lingkungan”. Tegas Zarkasih Tanjung

Menyikapi hal tersebut, KPPL – I bersama sejumlah pemuda dari lintas organisasi di Tangerang Selatan (Tangsel) KPPL – I melakukan deklarasi untuk mengkampanyekan produk plastik ramah lingkungan kepada masyarakat.

“Berkumpulnya kita disini untuk deklarasi KPPL-I, yang arah tujuan utamanya untuk merubah perilaku masyarakat dari penggunaan plastik sekali pakai, menjadi plastik yang bisa dipakai berulang-ulang. Kalaupun tidak bisa, kita menggunakan plastik yang bisa diurai,” kata Zarksih Tanjung, Koordinator  KPPL-I Banten di Mr Bos Junior Cafe, Serpong Lagoon, Setu Tangsel.

Tanjung mengungkapkan, hampir 70 persen sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didominasi oleh sampah plastik. Produksi sampah di kota berjuluk Cerdas Modern Dan Religius ini juga perhari mencapai sekitar dua ribu sampai tiga ribu ton.

Selain itu, umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang juga diprediksi hanya mampu menampung sampah hingga satu atau dua tahun kedepan.

“Makanya harus dilakukan upaya-upaya percepatan, agar sampah plastik ini dicarikan solusinya. Salah satunya kami menawarkan plastik yang ramah lingkungan dengan bahan dasar Oxo biodegradable atau lebih mudahnya plastik berlogo SNI. tapi upaya kita sifatnya lebih ke arah edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sejauh ini menurut Tanjung, produk ramah lingkungan masih minim digunakan oleh masyakat. Selain minimnya pasokan produk, kurangnya kesadaran masyarakat untuk beralih kepada plastik ramah lingkungan juga menjadi kendala.

“Kedepanya saya berharap masyarakat mau beralih ke produk ramah lingkungan. Yang utamanya sih mengurangi penggunaan. Misalnya saat belanja bisa bawa plastik sendiri dari rumah dan pengusaha juga mau lebih bijak untuk menggunakan produk ramah lingkungan.(sp)