KOMERSIALISASI DUNIA PENDIDIKAN. MAMPUKAH SEKOLAH BERTAHAN

Penerimaan peserta didik tahun 2019 baru saja berakhir. Baik jenjang Sekolah Menengah Pertama sampai dengan jenjang Menegah Atas. Rasa bangga dan haru dialami sebagian siswa yang secara kompeten memang diterima dengan segala prasyarat dan hiruk pikuk PPDB dengan zonasi sebagai sistem seleksi yang berpihak pada masyarakat sekitarnya.

Namun beberapa hari ini ada keresahan yang cukup signifikan ditengah masyarakat khususnya Tangerang Selatan. Dengan beredarnya informasi mengenai adanya beberapa sekolah Menengah Atas (SMAN) yang melakukan transaksi bisnis di sekolah, yakni jual beli buku pelajaran yang dikordinir oleh oknum pihak sekolah. Beberapa harga bervariasi diantara 500,000 sampai dengan 1.3 juta persiswa untuk membeli buku pelajaran tersebut. Dari informasi masyarakat banyak sekolah yang melakukan praktek ini, semisal SMAN 9, SMAN 6, SMAN 12 dll.

Mendengar hal ini tentu menambah keprihatinan kita tentang dunia pendidikan yang hampir setiap tahun menjadi bancakan secara beramai ramai untuk meraup untung yang sebesar besarnya.

Sesuai dengan peraturan pemerintah no 17 tahun 2010. Pasal 181 yang menerangkan bahwa. Penyelenggara dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun secara kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud no 8 tahun 2018 tentang buku yang digunakan satuan pendidikan

Local Government Studies mendapat banyak laporan dari wali siswa yang merasa terbebani dengan oknum yang dilakukan sekolah.

Buku pelajaran seharusnya dapat dinikmati oleh siswa peserta didik secara gratis atau cuma cuma. Karena untuk pembelian buku sudah dialokasikan dari anggaran dan BOS sebesar 20%. Jadi tidak ada alasan apapun untuk melakukan jual beli. Selain murni alasan bisnis untuk meraup keuntungan. Ada indikasi besar permainan pihak sekolah dengan pihak produsen atau penerbit. Dan untuk nama nama sekolah LOGOs telah mendapat informasi yang akurat dan terpercaya.

Peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan selain sebagai Social Control. Juga berperan sebagai masyarakat Civil Society yang mampu membangun serta memberi masukan bagi perkembangan dunia pendidikan

Ayo kita bangun pendidikan yang bermutu dan berkarakter

 

Alfian Mujahidin

Direktur Local Government Studies ( LOGOS)