Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tangsel Minta Pemberlakuan PTM Diawasi

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali digelar pada Senin (7/3/2022) kemarin.

Metode pembelajaran tersebut berlaku bagi seluruh siswa jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 421/1661-Disdikbud tentang Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Tangerang Selatan.

Terkait pemberlakuan PTM terbatas ini, Anggota DPRD Kota Tangsel Putri Ayu Anisya mengatakan, pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan PTM terbatas.

“Prinsipnya setiap pelaksanaan PTMT perlu dimonitor pelaksanaannya,” kata Putri saat dihubungi, Rabu (9/3/2022).

Hal tersebut guna mengantisipasi potensi munculnya klaster. Sedangkan para siswa di sekolah tetap aman dan tidak terpapar Covid-19.

“Pengawasan tentu saja secara melekat harus dilaksanakan agar ada deteksi dini dan antisipasi resiko lebih baik,” ucap Putri.

Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangsel ini menyebutkan, pemerintah daerah pun telah memperhitungkan penerapan kebijakan tersebut dengan matang. Salah satunya dengan melibatkan wali murid.

“Kebijakan tersebut nampaknya sudah mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi, termasuk data kasus, kesiapan sekolah, ketentuan prokes dan melibatkan orang tua didik tentunya serta konsultasi dengan dewan,” tuturnya.

Sebelumnya, Dilansir dari tvmu.tv Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, PTM terbatas digelar secara bertahap selama seminggu ke depan.

“Ini kan kita bertahap, karena kasus hariannya masih tinggi juga. Maksudnya bertahap sambil dievaluasi seminggu kemudian.Terus dalam waktu dekat sudah ujian, makanya kita persiapan juga. Jadi kelas tinggi dulu, sambil evaluasi kelas-kelas lain juga,” sebutnya, Selasa (1/3/2022).

Mungkin Anda Menyukai