Jangan Gunakan Gadget untuk Hentikan Tangis Anak

Pola asuh salah menjadi penyumbang terbesar bagi anak-anak yang akhirnya kecanduan game online. Bagi sebagian orangtua, ponsel pintar merupakan jurus paling ampuh untuk menghentikan tangisan anak.

Beragam game atau fitur-fitur yang tertanam dalam gawai menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Padahal tanpa disadari anak akan semakin asyik dengan kotak ponsel tersebut hingga semakin jauh dari lingkungan sekitarnya.

 

“Remaja dan anak-anak itu punya kerentanan (kecanduan game gadget) yang cukup besar, karena secara psikologis bagian otaknya pun perkembangannya juga masih belum matang. Remaja itu juga suka tantangan,” kata psikolog klinis Indra Dwi Purnomo S.Psi M.Psi, Jumat 25 Oktober 2019.

“Untuk mencegah sebenarnya itu sejak dini. Karena ibu-ibu sekarang ini kalau anaknya rewel justru dikasihnya HP. Itu sudah cara yang salah. Harusnya itu ya memang mencari hal-hal yang menarik bagi anak-anak,” terangnya.

Indra menjelaskan, anak-anak perlu diperkenalkan dengan permainan tradisional karena dinilai lebih mengajarkan bersosialisasi. Bukan hanya melestarikan budaya asli Tanah Air, tetapi juga banyak nilai yang bisa dipetik dari permainan tradisional.

“Usia perkembangan awal-awal itu sampai 4 tahun 5 tahun pertama sebaiknya jangan terlalu banyak gadget, karena perkembangan motorik, perkembangan sosialnya, jadi tidak tersimulasi bagus. Kalau zaman dulu kita usia 3–4 tahun ada mainan pasaran, interaksi sama orang. Jadi kemampuan bersosialisasi juga lebih berkembang,” lugasnya.

“Jadi anak itu dicarikan hal yang menarik. Kalau dulu ada mainan-mainan tradisional yang mengajarkan atau mengedukasi,” imbuh dia.

Jika sejak dini anak-anak sudah didekatkan dengan gadget, maka mereka akan berpotensi menjadi pecandu game online. “Kalau misalkan dari pecandu game online mulai dari remaja, itu peluang atau prevalensi akan lebih gede jadi pecandu bahkan bisa sampai seumur hidup,” tandasnya. (sp)