Isi Lengkap Fatwa Terbaru MUI soal Ibadah di Tengah Pelonggaran PPKM

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali memperbolehkan saf pelaksanaan salat berjamaah 5 waktu rapat. Ketentuan ini berlaku untuk juga salat jumat, salat tarawih, dan salat id.

Hal tersebut tertuang dalam Bayan Dewan Pimpinan MUI tentang Fatwa MUI terkait Pelaksanaan Ibadah Dalam Masa Pandemi bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2022.

Fatwa tersebut diteken oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dan Sekjen Amirsyah Tambunan Kamis 10 Maret 2022.

“Umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak. Seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, salat tarawih dan id di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19,” tulis Fatwa dikutip, Jumat (11/3/2022).

Dijelaakan MUI, fatwa sebelumnya yang diterbitkan pada 2020 memang memperbolehkan saf renggang dalam pelaksaan salat berjemaah di masjid. Bersamaan dengan itu, MUI juga memperbolehkan salat Jumat di rumah.

Diperbolehkannya merenggangkan saf, sebagaimana diatur dalam diktum fatwa tersebut merupakan rukhshah atau dispensasi lantaran ada hajah syar’iyyah. Namun, saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah pelonggaran aturan akunat turunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

“Perkembangan kondisi terakhir, MUI menilai berdasarkan kebijakan Pemerintah, status hajah syariyyah yang menyebabkan adanya rukhshah sudah hilang.Dengan demikian, pelaksanaan shalat jamaah dilaksanakan dengan kembali ke hukum asal (‘azimah), yaitu dengan merapatkan dan meluruskan saf (barisan),” kata Fatwa MUI.

MUI mengimbau umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, memperbanyak selawat, sedekah.

Tak hanya itu, dalam rangka menyambut bulan Ramadan, MUI menyarankan agar menjalankan syiar keagamaan.

“Pengajian dan aktivitas keagamaan lain yang biasa dilakukan di Bulan Ramadan seperti salat Tarawih, tadarus Al-Quran, qiyamul lail, ifthar jamai dapat dilakukan dengan tetap disiplin menjaga kesehatan,” jelas MUI. (msld).

Mungkin Anda Menyukai