Ini Kata Cak Nun tentang Generasi Milenial

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dalam video Youtube-nya @caknun.com mengatakan, generasi milenial bukan produk Indonesia namun produk Tuhan karena karakter yang dimiliki berbeda dari generasi-generasi Indonesia sebelumnya.

Cak Nun saat berceramah

Menurut Cak Nun, generasi milenial merupakan generasi yang lebih telaten, lebih rajin kerja, bisa kuliah sambil kerja. “Mereka ini tidak feodal, kon dodol kopi enggak masalah, kon dadi pelayan restoran enggak msalah. Mereka lebih lengkap pikirannya. Sambil kuliah jilbaban nyuguhi teh, kopi di warung enggak masalah.”

“Jadi ini anak generasi milenial bukan produk bangsa Indonesia. Tapi mereka produk Tuhan, Allah mencintai generasi ini. Allah yang mendatangkan generasi ini,” jelas Cak Nun.

Mereka, terang Cak Nun, dilahirkan karena Allah memang mencintai generasi ini dan Allah yang mendatangkan mereka. Hal ini telah tertulis di Surat Al Maidah ayat 54,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

“Saya tiap hari menemukan anak 15 tahun, 16 tahun, dan paling pol 30 tahun. Mereka itu memang luar biasa. Anda lihat nanti 10 taun lagi mereka mulai belajar memimpin, 15-20 tahun lagi mereka akan menjadikan Indonesia menjadi luar biasa tidak seperti sekarang ini,” jelas Cak Nun.

Sifat generasi milenial ini, kata dia, kalau menurut Tuhan adalah bersikap penuh kasih sayang sesama muslim, mukmin, dan bersikap keras kepada orang kafir. Ini jangan dipahami sebagai identitas tapi dipahami sebagai gelombang atau pekerjaan atau dinamika atau kata kerja.

Namun, jelas Cak Nun, bersikap penuh kasih sayang sesama muslim, mukmin itu bukan diartikan hanya bersikap penuh kasih sayang pada orang muslim saja. Namun orang beriman secara keseluruhan.

“Jadi orang Kristen juga beriman, orang Budha juga beriman, orang atheis juga beriman, maka kita harus berbuat baik kepada mereka semua”

Kalau dia atheis, dia sedang mempercayai yang lain. Ini artinya dia tetap orang mukmin. “Saya optimistis pada manusia, semoga ia diberi hidayah Allah.”

“Jadi jangan bersikap keras. Emangnya kita Tuhan? kalau Tuhan, Dia boleh menentukan masuk neraka, masuk surga orang Dia yang punya. Kalau kita kan enggak punya surga dan neraka.”

Jadi menurut Cak Nun, tugas umat muslim selalu menciptakan rohmatan lil alamin secara kejiwaan, sosial, budaya, kenegaraan, semuanya Bhinneka Tunggal Ika.” Kita bersikap ga tegaan sama semua orang.”

Banyak orangtua mengeluh, kehidupan kacau seperti ini. Anak milenial sudah melihat segala kehancuran, kebusukan, kebobrokan. Maka mereka cenderung tak melakukan yang busuk-busuk itu.

Cak Nun yakin, generasi milenial akan menjadi generasi yang lebih baik daripada generasi yang membesarkan mereka.”Aku mencintai mereka dan mereka mencintai kita. Mudah-mudahan kita semua dalam limpahan, taburan kasih sayang dari Allah SWT,” pungkasnya.(oz/sp)

Mungkin Anda Menyukai