Indonesia Rentan Serangan Siber, Dipicu Pengguna Internet

Indonesia tak dipungkiri menjadi salah satu negara yang paling rentan terdampak serangan siber.

Angkanya serangnya bahkan tercatat lebih dari 11 juta pada kuartal pertama 2022. Hal ini, berdasarkan laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky.

“Tren itu juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi,” kata Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong dalam siaran pers, belum lama ini.

Maraknya ancaman siber ini, dipicu banyak orang memanfaatkan dunia maya secara masif, seperti NFT, metaverse, transaksi aset kripto dan adopsi investasi di kalangan anak muda.

Kaspersky juga mencatat pada periode Januari sampai Maret 2022, produk mereka telah mendeteksi dan memblokir 11.802.558 ancaman siber yang berbeda.

Jumlah ini meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terdapat 9.639.740 serangan siber pada 2021.

Meski demikian, jumlah serangan siber kuartal pertama 2022 turun dua persen dibandingkan kuartal keempat (Oktober-Desember) 2021.

Kemudian berdasarkan statistik, Kaspersky mencatat Indonesia berada di urutan teratas di wilayah Asia Tenggara dan 60 di dunia, dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari cara menggunakan internet.

Untuk itu Kaspersky mengingatkan masyarakat untuk berpikir ulang sebelum mengklik tautan yang mencurigakan dari email atau pesan teks, apalagi jika Anda terlebih jika tidak mengenal pengirimnya.

Kemudian Ketika memasang aplikasi, diwajibkan hanya unduh dari tempat resmi seperti Google Playdan App Store. Itu pun sebenarnya tidak sama sekali menjamin 100 persen aman, risiko menghadapi serangan siber, seperti malware Trojan akan jauh lebih rendah.

Dan yang sangat disarankan ialah selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi, ini penting guna menjaga keamanan data pada perangkat, karena pembaruan sistem sifatnya ialah untuk menambal kerentanan dari versi sebelumnya.

Mungkin Anda Menyukai