HIMNIKUM Meminta Kepada APTISI Untuk Segera Klarifikasi Pernyataannya Terkait Kualitas Pendidikan Rendah

Alumni Fakultas Hukum Universitas Pamulang (HIMNIKUM) beserta Forum Komunikasi Alumni S1 Akutansi (FOKALSIUM) meminta kepada Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Banten untuk meminta maaf dan klarifikasi terkait pernyataan APTISI wilayah Banten yang meragukan kualitas kampus dengan biaya murah.

“APTISI Banten harus segera meminta maaf, terhadap Unpam sebagai perintis kampus dengan pendidikan biaya murah yang tidak berkonsep komersialisasi pendidikan dalam pengelolaannya. Penolakan terhadap pembangunan Kampus dengan biaya murah adalah suatu bentuk sikap yang tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia,” ujar Ketua HIMNIKUM, Dr. Dodi Sugianto, S.H., M.H,, M.kn dalam jumpa pers yang bertempat di Piro Restoran, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Sabtu (20/3/2021).

Dodi mengatakan, penolakan pembangunan kampus Unpam di Kota Serang yang dilakukan oleh APTISI sangat tidak mendasar. Menurut beliau, alasan APTISI Banten menolak pembangunan kampus karena biaya murah merupakan bentuk penyebaran informasi bohong (hoax) yang tidak berdasarkan dengan kajian akademis.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fokalsium, Deddi Kurniawan,S.E., bahwa APTISI perlu untuk segera mengklarifikasi pernyataan sikap dan secepatnya meminta maaf terhadap pihak Universitas Pamulang terkait pernyataannya yang sudah tayang di beberapa media massa pada 1 minggu lalu. Tambahnya, berita atau informasi yang tidak didukung dengan kajian akademis, akan berpotensi menimbulkan keresahan dan gejolak pemikiran di masyarakat

“Apabila dalam waktu 3×24 jam tidak memberikan klarifikasi permintaan maaf atas pernyataannya, maka kami akan tindak secara tegas untuk melaporkan secara Hukum Pidana dan mengajukan Gugatan secara Hukum Perdata,” ujar Dodi.

Lebih lanjut lagi, Dodi menyampaikan tindakan yang dilakukan oleh pihak APTISI Banten yang melakukan audensi keberatan, dengan adanya kampus Unpam terhadap Walikota Serang merupakan tindakan yang tidak mencotohkan seorang terpelajar. APTISI dianggap tidak pantas mengeluarkan pernyataan sikap yang dapat menimbulkan informasi simpang siur dikalangan masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh APTISI Banten, jelas ini sangat merugikan nama baik Unpam. Semestinya APTISI Banten bergembira dan menyambut dengan baik kehadiran kampus Unpam di Kota Serang. Pasalnya kampus tersebut akan membantu masyarakat terutama dalam bidang pendidikan sesuai yang diamanahkan oleh Konstitusi untuk mencerdaskan anak bangsa Indonesia,” Ujar Alumni Universitas Pamulang yang juga sudah menyelesaikan studi S3 Program Doktor Ilmu Hukum pada kampus Universitas Padjajaran (UNPAD) tersebut. (Ib)

Mungkin Anda Menyukai