GRANAT Tangsel Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Genderang perang terhadap peredaran narkoba terus ditabuh. DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Tangsel menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan ini melibatkan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKP). Mereka di antaranya, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, KBP3, Karang Taruna, KNPI, Pemuda Anshor, Muhammadiyah.

Dalam kegiatan yang bertema “Membangun Generasi Cerdas Bebas dari Narkoba” ini sedianya menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya, Ketum DPP Granat Hendry Yosodiningrat, Ketua BNN Tangsel AKBP Reni Puspita dan Kasat Narkoba Polres Tangsel yang diwakili Ipda Pol Irwan.

Ketua DPC Granat Tangsel Suhalimi Ismedi mengatakan kegiatan ini mengundang 10 OKP. Ditambahkan Ismedi, Kota Tangsel masuk zona merah narkoba. Di antaranya, wilayah Kecamatan Pondokaren, Ciputat dan Serpong serta Pamulang.

“Makanya saya mengajak kita berkomitmen dalam pencegahan Narkoba. Narkoba itu misterius problem. Saya yakin, kita bisa hidup sehat, tanpa narkoba. Tentunya butuh kepedulian semua stake holder untuk menguatkan komitmen tersebut,” kata Ismedi.

Dipaparkan Ismedi, kegiatan Granat Tangsel ini akan dilanjutkan seminggu kemudian, yakni 5 November mendatang. Yakni, melakukan training of trainer (TOT) yang melibatkan pengurus tingkat kecamatan.

“Dengan demikian diharapkan, adanya kegiatan TOT dapat membangun infrastruktur sebagai perpanjangan tangan Granat sampai tingkat kecamatan,” pungkas Ismedi.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangsel Wawang Kusdaya mengatakan Narkoba adalah masalah kita. Narkoba mengancam semua umat manusia. Karena begitu besar bahayanya, Pemkot Tangsel selalu menyuport upaya memerangi narkoba.

“Di Tangsel memang belum ada payung hukum soal Narkoba. Draft Perda Narkoba masih dievaluasi Pemerintah Provinsi Banten. Kita berharap Kota Tangsel bisa lepas dari zona merah dan bisa segera hijrah menjadi zona hijau,” kata Wawang.

Ketua Umum DPP Granat Henry Yosodiningrat menguraikan narkoba merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Diungkapkan Henry, kejahatan Narkoba bertujuan untuk menghancuran suatu bangsa. Makanya, ini harus diwaspadai.

“Kita harus jujur, bahwa kita gagal mencegah masuknya narkoba di Indonesia. Wilayah kita luas, SDM kita terbatas. Tapi saya mengimbau, agar jangan pernah lelah memerangi bahaya narkoba,” kata Henry.

Menurut Henry, dirinya bisa memahami kenapa Kota Tangsel masuk zona merah. Soalnya, Tangsel bisa dibilang punya sejuta pintu masuk dari berbagai daerah tetangga.

Perwakilan Kasat Narkoba Polres Tangsel Ipda Irwan mengatakan tidak ada segi positipnya efek narkoba. Bahkan, kerugian sangat besar narkoba, yakni hilangnya generasi bangsa. “Peredaran narkoba sangat marak. Semuanya rata-rata impor. Narkoba yang lokal yakni cuma ganja,” kata Ipda Irwan.

Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Reni Puspita mengatakan dirinya siap berkontribusi agar Tangsel bisa sukses menekan angka kejahatan narkoba.

Dia juga berpesan jika menjumpai adanya tetangga yang terindikasi menggunakan narkoba agar segera dibawa ke klinik BNN kota Tangsel. “Silakan bawa ke klinik kami, akan kami obati tanpa dipungut biaya. Yang penting ada niatan kuat untuk cepat sembuh,” kata Reni.