GMNI Ciamis Siapkan Desa Binaan

Suarapersatuan.com – Desa Binaan merupakan suatu program pembangunan masyarakat dengan target lokasi sebuah desa yang memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah desa binaan.

Mengembangkan desa binaan merupakan pilihan yang tepat dan strategis untuk mendorong pembangunan nasional. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif, yaitu membina sumber daya manusia di pedesaan dengan banyak variabel pendekatan.

Hal tersebut mendorong Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Ciamis untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai bagian dari komitmen GMNI mengabdi pada rakyat.

Saat diwawancarai oleh tim suarapersatuan.com pada minggu (07/02/21), Ketua DPC GMNI Kabupaten Ciamis, Muhammad Galuh Firdaus atau kerap disapa Bung Galuh menjelaskan bahwa tugas dan peran mahasiswa sangat strategis dalam mendorong pembangunan nasional.
GMNI yang mengusung ideologi Marhaenisme memiliki tanggung jawab besar salah satunya adalah investasi SDM dan masyarakat desa memiliki posisi strategis dalam hal investasi SDM.

“GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang mengusung gerakan sosialisme lahir dari rahim, sudah tentu mempunyai tanggungjawab besar dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan berkewajiban hadir ditengah rakyat dengan gerakan yang terintegrasi bersama rakyat untuk mencapai kesejahteraan rakyat sesuai amanat konstitusi”, jelas Bung Galuh.

DPC GMNI Ciamis saat ini tengah konsen mempersiapkan desa binaan sebagai wahana aktualisasi ideologi Marhaenisme.
Program Pengembangan Desa Binaan juga tidak hanya untuk kegiatan pembelajaran yang bersifat akademik atau profesi, namun juga untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa khususnya kader-kader GMNI.

“Saat ini kami tengah menyiapkan langkah-langkah strategis dengan berbagai analisis dan pertimbangan matang, adapun program tersebut terdiri dari 15 program andalan yang nantinya terintegrasi dalam Desa Binaan, meliputi Digitalisasi, Pertanian, Ekonomi, Kebudayaan. Sehingga 15 program strategis desa binaan ini dapat disusun sesuai roadmap berbasis kepentingan masyarakat desa digital”, tutur Mahasiswa kelahiran 1998 ini.

Diakhir wawancara, Bung Galuh menyampaikan harapannya kepada berbagai pemangku kepentingan untuk ikut mendorong desa binaan tersebut.

“Pengembangan Desa Binaan tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak, sehingga perlu dilakukan kerjasama yang sinergis antara berbagai pemangku kepentingan yang berorientasi pada upaya kemandirian dan peningkatan taraf hidup masyarakat desa.
Dan harapannya, dari internal GMNI khususnya DPD GMNI Jawa Barat dan DPP GMNI dapat ikut mendorong juga program ini”, tandas Bung Galuh.(fm)

Mungkin Anda Menyukai