Fahri Hamzah Menilai KPK Telah Kembali Normal Dalam Sistem Kinerjanya

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, tidak ada susunan yang berubah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan adanya revisi baru Undang-Undang lembaga anti-rasuah tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Fahri Hamzah saat menanggapi polemik pro dan kontra tentang revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini telah ditetapkan.

“Tidak ada banyak yang berubah dalam revisi UU yang baru, KPK masih kuat secara struktur. Tuntutannya sederhana, agar membuat KPK kembali lagi menjadi lembaga negara yang normal. Bekerjasama dalam Sistem Integritas Nasional. Karena tidak ada korupsi dalam negara yang bisa hilang tanpa kerja bareng,” ujar Fahri Hamzah, saat dikutip dari laman akun twitternya, Sabtu, (3/4/2021).

Meski demikian, tambah Fahri Hamzah, era KPK sebagai tombak penyelamat negara tunggal saat ini sudah ditinggalkan. Fahri mengatakan, sekarang KPK merupakan kekuatan penindakan dalam penegakkan hukum di Indonesia dalam permasalahan Korupsi di Indonesia.

“Era KPK RI sebagai pahlawan tunggal sudah kita tinggalkan. Sekarang KPK sebagai kekuatan penindakan yang harus bisa melakukan kordinasi, supervisi dan monitoring dengan Semua lembaga negara termasuk presiden dan DPR. Masa depan KPK ada di otak bukan di otot,” tegas Fahri Hamzah.

Fahri melanjutkan, penting bagi KPK
untuk nampak lemah, atau dianggap remeh, atau diragukan. Fahri beranggapan bahwa hal ini sebuah pelajaran.

“Bayangkan 2002-2019 selama 17 tahun dianggap hero dan “satu-satunya” cukup melelahkan. Sementara korupsi gak hilang- hilang dari Indonesia tapi KPK dapat banjir pujian dari masyarakat. Aneh, bukankah ini yang perlu harus kita evaluasi” tutup Fahri. (Ib)

Mungkin Anda Menyukai