DUDUNG DIREJA ; JALAN PENGABDIAN

Birokrat berpengalaman. Barangkali, inilah julukan paling tepat bagi Dudung E. Diredja. Berbagai bidang pekerjaan di Pemerintahan telah dilakoni. Dudung dikenal berpengalaman dalam berbagai bidang birokrasi. Bahkan, tak jarang Dudung membuat tantangan sendiri dalam memotivasi kinerjanya.

Lahir di suatu Desa di Kota Bandung dan besar di keluarga petani dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan tidak menyurutkan semangatnya untuk menjadi pribadi yang maju. Pesan dan spirit yang terus ditanamkan oleh ibunya menjadi bekal paling berharga  sehingga dalam dirinya memiliki jiwa optimis untuk maju dan memberikan yang terbaik dalam bidang apapun yang dijalaninya.

Dudung merupakan sosok yang gigih. Dalam urusan pendidikan, setelah  mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA di Bandung dia melanjutkan kuliah di Universitas Padjajaran. Kemudian melanjutkan ke jenjang magister di  Universitas Gajah Mada (UGM). Saat menjadi mahasiswa dia aktif di organisasi dan kegiatan kampus diantaranya Dewan Mahasiswa, HMI juga terlibat dalam berbagai aksi mahasiswa.

“Semasa di kampus saya agak bandel. Pada saat saya dekat dengan perempuan sempat ditanya calon mertua bagaimana progres kuliah ? Alhamdulillah jadi motivasi untuk tidak telat. selain itu, saya punya 5 teman dan berlomba siapa yang lebih dulu selesai kuliah ? Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu”. kenangnya.

Pada tahun 1982 Dudung memutuskan untuk menikah dengan Tintin Rustini. Selama menjalani pernikahan, meskipun keduanya memiliki profesi masing-masing keluarga tetap harmonis. Istri sebagai pendidik, sedangkan Dudung sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Pekerjaan Umum.

Hasil dari pernikahan mereka dikaruniai dua anak, Anak pertama sebagai PNS dan dosen di kampus Al-Azhar sedangkan  anak yang kedua  masih duduk di  kelas 1 SMP.

Dudung sebagai orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya. Pesan yang selalu dia tanamkan kepada anak-anaknya adalah dimanapun kalian berada dan apapun Profesi kalian, kalian harus menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Hidup Itu Harus Melalui Proses

Bagi Dudung pesan-pesan yang ditanamkan oleh orang tua kepadanya menjadi motivasi kuat dalam menjalani hidup. Pesan yang dipegang teguh selama ini adalah hidup itu harus berproses dan mulai dari bawah.

“Ini terbukti dalam kehidupan dan jenjang karir saya, dilalui secara bertahap. Nilai-nilai tersebut di implementasikan di pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan saya bertahap dari nol tidak ujug-ujug  jadi pejabat. Keluarga saya bertahap dari pas-pasan tahun 1980 hijrah ke Tangsel (saat itu masih Kabupaten Tangerang) sebagai pegawai di kementrian PU sampai tahun 2000,” jelasnya.

“Selanjutnya hijrah ke Provinsi Banten ditugaskan di Dinas Pertambangan dan Energi sampai tahun 2008 dan selanjutnya hijrah ke Pemkot Tangsel,” imbuhnya.

Selama di Tangerang Selatan (Tangsel) dia mengemban  berbagai tugas. Antara lain sebagai Sekwan DPRD, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) merangkap plt Sekda. Kemudian mengisi posisi Sekda merangkap Plt BKD dan Purna Bakti sebagai ASN pada tahun 2015.

Sejumlah tugas yang dijalaninya menjadi pengalaman tersendiri. Apalagi dirinya merasa beruntung  bisa mendampingi 4  Walikota Tangsel.

Dalam roda Pemerintahan Kota Tangsel sempat terjadi kekosongan pejabat Walikota dari Pak Eutik ke Pak Hidayat, Dudung ditunjuk Gubernur Banten sebagai Plt Walikota walaupun hanya itungan bulan situasi saat itu sangat berat dihadapkan ke dua persoalan besar yaitu pesiapan Pemilu Kada Tangsel dan proses pembahasan APBD Kota Tangsel pertama kali. Namun Alhamdulillah bisa di lewati”. ujarnya

Lebih lanjut dia menuturkan pesan lain yang ditanamkan oleh orang tuanya jika ingin sukses ingat tiga kata Ada, Dekat dan Bermanfaat. Tunjukan bahwa Kamu itu Ada, Dekat, dan Bermanfaat bagi masyarakat sekelilingmu.

Selain Kegiatan di Pemerintahan, Dudung juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, selain Sekda, Dudung sebagai Ketua LPTQ dan selalu berprestasi dalam gelaran MTQ tingkat Provinsi Banten. Menjadi Ketua DEKOPINDA dan telah mewujudkan Walikota Tangerang Selatan mendapatkan anugrah penghargaan tertinggi dari Presiden RI atas prestasinya di bidang Koperasi dan UMKM.   Di bidang sosial sebagai pembina Forum Komunikasi Perguruan Silat, dibidang olahraga sebagai ketua gate ball dan sebagai ketua ISSI dengan prestasi memberikan 4 perak dalam event Pen Prov Banten.

Dan pesan yang tidak pernah dia lupa adalah dimanapun bekerja jangan sampai meminta jabatan. Sebab setiap jabatan yang di amanatkan kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT di akhirat nanti.

Baginya pesan-pesan yang telah ditanamkan oleh orang tuanya selama ini menjadi panduan dan batasan selama melaksanakan tugas Negara. Dan dia menegaskan bahwa ketiga pesan orang tuanya hingga saat ini masih dia jalankan  hingga saat ini.

Lakukan yang Terbaik

Dimanapun Kita ditugaskan harus mampu melakukan yang terbaik. Inilah prinsip yang tertanam dalam dirinya. “Kalau Cuma kerja semua orang juga bisa,” tegasnya.

Saat masuk ke Sekertaris Dewan DPRD walaupun masih belum ada anggota DPRD nya Dudung telah mampu menyiapkan sarana dan prasarana gedung yang representativ bagi legislator untuk beraktifitas.

Saat diangkat sebagai Sekda di Pemkot Tangerang Selatan dia selalu berupaya untuk melakukan yang terbaik. Dudung mengajukan keinginan terhadap PJ Walikota untuk mendapatkan WTP.

Permintaan ini awalnya diragukan mengingat usia Pemkot Tangsel yang masih muda. Namun berkat kerjasama berbagai pihak akhirnya permintaan yang diajukannya membuahkan hasil.

Lebih lanjut dia menuturkan saat Tangerang Selatan dipimpin oleh Airin Racmi Diani, sebagai Sekda dia mangajukan permintaan agar keuangan daerah dialokasi 30 persen untuk belanja pegawai dan 70 persen  untuk pembangunan. Berkat usul yang diajukan olehnya, Tangerang Selatan mendapat penghargaan sebagai  Pemkot paling sehat secara keuangan.

Setelah Pensiun, Walikota menugaskan Dudung menjadi Dirut Holding BUMD PT. PITS (Pembangunan dan Investasi Tangerang selatan). ia mengajukan tantangan akan mendatangkan investasi ke Kota TangSel dan di buktikan dengan mendatangkan modal 340 Milyar untuk pemanfaatan pengelolaan air minum zona 3 dengan kapasitas 300 l/d bekerja sama dengan PP Infrastruktur. Untuk tahap ke 2  sedanga dalam proses investasi sebesar 1,2 Triliyun untuk pengembangan PAM di zona 1 dan 4 wilayah Serpong, Serpong Utara dan Setu dengan kapasitas 1000 l/d.

“Ini merupakan prestasi bersama yang patut diapresiasi”. ucapnya

Di tengah tugas dan kesibukan, Dudung tak lupa menyalurkan hobi gowes, main gate ball, dan kuliner makanan tradisional seperti semur jengkol dan sayur besan.

Mungkin Anda Menyukai