Bersama Pemuka Agama, Gerak BS Gandeng IMI Mobility Santuni Yatim Piatu

Organisasi Swadaya Masyarakat Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas atau yang disingkat GERAK BS kembali menggelar kegiatan sosial dengan menyantuni 100 yatim piatu. Dalam kegiatan sosial bertajuk Mengokohkan Toleransi Dalam Keberagaman, Gerak BS yang diketuai oleh Aroem Hadiatie menggandeng tokoh pemuka agama dan IMI Mobility.

Ketua Umum Gerak BS Aroem Hadiatie dihadapan tohoh pemuka agama dan generasi muda Jakarta kembali menegaskan komitmen Organisasi Gerak BS sebagai organisasi yang akan selalu bergerak bersama masyarakat.

“Gerakan ini merupakan aksi nyata yang harus terus kita lakukan bersama,karena pada prinsipnya, Gerak BS didirikan untuk terus menjaga solidaritas kita sebagai bangsa yang memiliki prinsip gotong royong.” Terang Aroem Hadiatie

Pembalap Nasional, Rifaat Sungkar yang hadir mewakili IMI Mobility mengatakan, Gerak BS ataupun IMI Mobility memiliki kesamaan dalam hal sosial kemasyarakatan. Di dalam organisasi IMI Mobility ada bidang atau komisi yang membidangi aspek kehidupan bermasyarakat dan bersosial khsususnya yang berkaiatan dengan kemanusaiaan dan kepedulian sesama.

IMI Mobililty tidak selalu bicara terkait balap balapan atau otomotif saja, kami juga berkegiatan sosial ditengah masyarakat. Dan hari ini bersama Gerak BS kami menyantuni 100 anak yatim piatu. Semoga acara ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua. Tutur Rifaat Sungkar

Sementara, saat menghadiri kegiatan refleksi akhir tahun Gerak BS Dan IMI bertajuk Mengokohkan Toleransi Dalam Keberagaman, Prof Dr Siti Musdah Mulia MA yang merupakan Ketua Indonesian Conference On Religion And Peace ICRP berharap generasi muda mampu menerjemahkan nilai nilai peradaban yang terkemas dalam bhineka tunggal ika.

Bangsa indonesia, adalah bangsa yang besar karena keberagaman yang terbingkai dalam bhineka tunggal ika. Mari memaknainya dengan saling menjaga, menghormati dan melestarikan perbedaan dengan semangat persatuan. Carilah persamaan pada semangat Pancasila. Tegas Prof Dr Siti Musdah Mulia MA

Sekretaris Eksekutif Keadilan Dan Perdamaian PGI, Pendeta Henrek Lokra pun mengingatkan bahwa sebagai umat beragama, kita harus menjunjung toleransi yang tumbuh ditengah kehidupan bermasyarakat.

Toleransi bisa kita mulai dari hal yang sangat sederhana, bahwa sesama manusia dan saudara sebangsa dan setanah air kita harus saling menghargai dan menghormati. Karena sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa pemersatu. Imbuh Pendeta Henrek Lokra

Sebagai informasi agenda bakti sosial santunan 100 yatim piatu Gerak BS bersama IMI Mobility dihadiri oleh pengurus Gerak BS Indonesia, Pengurus IMI Mobility, Pengurus Majelis Taklim Baitul Solihin, Perwakilan Pimpinan Yatim Nurul Kasaf, Perwakilan Pimpinan Panti Asuhan Kasih Anugerah

Mungkin Anda Menyukai