Berderai Air Mata, Airin Bangun Optimisme Warga Tangsel Hadapi Covid-19

Sebuah bangunan yang sebelumnya merupakan kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di area Tandon Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), berubah fungsi menjadi lokasi karantina bagi pasien berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan.

Kapasitasnya mampu menampung sekira 400 orang dengan fasilitas 148 tempat tidur pasien. Semua terbagi ke dalam beberapa ruangan dengan skat papan setinggi hampir 2 meter. Disebutkan, bangunan yang disebut “Rumah Lawan Covid-19” itu baru akan operasional pada Rabu 15 April 2020.

Dari total 148 tempat tidur itu, nantinya sebanyak 85 tempat tidur bakal diperuntukkan bagi pria, yang mencakup 73 ODP dan 12 PDP. Sedangkan untuk perempuan ada 63 tempat tidur, terbagi untuk 50 ODP dan 13 PDP.

Wali Kota Airin Rachmi Diany meresmikan Rumah Lawan Covid-19 itu pada Selasa (14/4/2020) sore. Dia didampingi Ketua DPRD Abdul Rosyid, Kapolres AKBP Iman Setiawan, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Wisnu Kurniawanserta, serta Kajari Nur Erlina Sari.

Dalam sambutan, Airin tak kuasa membendung haru menceritakan bagaimana perjalanan awal menjadikan gedung kawasan pertanian itu menjadi rumah penanganan bagi pasien ODP dan PDP.

“Saya bersyukur, berterima kasih punya warga yang sangat luar biasa, ada seorang suami yang positif, istrinya karantina mandiri. Pak RW dan RT bergotong-royong mereka tidak memusuhi, bahkan mensuplai makanan. Solidaritas kemanusiaan dibutuhkan di sana,” ucap Airin dengan suara parau menahan haru.

corona

Kata demi kata yang dilontarkannya terdengar mulai turun-naik, dia sulit menutupi gejolak batin atas keprihatinannya terhadap wabah Corona yang hingga kini menyebabkan 43 warga Tangsel meninggal dunia serta ratusan pasien dalam perawatan intensif.

“Saya paham ada pro-kontra pembangunan rumah lawan Covid-19. Karena ketidak pahaman dari bapak ibu semuanya Yakinlah pak, mana kala kita berbuat untuk kemanusiaan maka keajaiban Allah itu akan ada. Ikhtiar saya, yang saya tidak tahu ujungnya di mana,” tuturnya terbata-bata.

Dia melanjutkan, sangat berkeinginan melakukan ibadah sebagaimana dikerjakan pada bulan suci Ramadan. Hanya saja, niatan itu terganjal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan mulai berlaku hingga memasuki bulan ramadhan.

“Mau tidak mau, mari kita Tarawih dari rumah masing-masing. Dengan doa dan harapan kita bisa Salat Id (Idul Fitri) bersama-sama, kita bisa berkumpul dengan sanak famili. Bagi bapak-ibu yang masih memiliki orang tua pasti ingin pulang kampung, bertemu keluarga, ingin merasakan kemenangan Idul Fitri. Itu dia yang saya panjatkan setiap hari,” kata Airin yang tak mampu membendung tangis.

Meski berderai air mata, Airin terus membangun optimisme bahwa penyebaran Corona bisa tuntas diakhiri. Dia mengajak seluruh masyarakat berkeras menerapkan kedisiplinan, terutama mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak physical distancing dan seterusnya.

“Semua orang memprediksi Covid di Tangsel atau di Indonesia akan lama, mari kita optimis, mari kita yakin, keajaiban Allah itu ada pak, dengan ikhtiar tentunya. Yuk bareng-bareng, bersama-sama, rasa kemanusiaan, keselamatan dan disiplin,” pungkasnya.