Arief Hidayat Diminta Mundur dari Ketua MK, GMNI Duga Ada Motif Politik

Arief Hidayat sempat diminta mundur dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menduga desakan mundur terhadap Arief Hidayat karena ada upaya dari bebarapa pihak untuk menyukseskan misi gelap dalam sebuah undang-undang yang akan diputuskan.

“Kedua ada motif politik tertentu yang tidak bertanggung jawab. Ketiga, selain tidak representasi guru besar seluruh Indonesia, para guru besar tersebut disinyalir terhubung dengan institusi maupun komunitas kapitalisme global,” kata Ketua Umum GMNI, Robaytullah Kusuma Jaya.

GMNI meminta guru besar agar lebih fokus kepada pembangunan konsep pendidikan tinggi yang berumber daripada Pancasila dan bermuara pada kepentingan nasional serta cita cita proklamasi 17 Agustus 1945.

“Meminta Guru Besar agar bersama dengan mahasiswa meminta pemerintah untuk mencabut peraturan peraturan yang mengangkangi demokratisasi kampus,” ujarnya.

GMNI mendesak ketua MK agar tetap fokus pada tugas pokok dan fungsinya, serta kerja kerja kelembagaannya.

“Mendesak ketua MK agar segera menyatakan secara tegas komitmen kebangsaan dan kenegarawanannya kepada seluruh rakyat Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia,” katanya.

“Meminta kepada DPR RI dan seluruh Parpol, serta menghimbau agar berkomitmen menjaga dan memastikan MK sebagai the guardian of constitution dan the guardian of ideology (Pancasila).”

Mungkin Anda Menyukai