APKLI Tangsel, Tetapkan 5 Langkah Revolusioner Pedagang Kaki Lima

Rapat kordinasi dalam pemantapan program kerja DPD APKLI Tangerang Selatan dihadiri seluruh jajaran kepengurusan sampai tingkatan dari masing-masing kematan se- Tangerang Selatan. Kegiatan ini diadakan di Kampung Konservasi Rimbun, Serpong Tangerang Selatan.

Rapat yang dihadiri seluruh pengurus DPD APKLI dan DPC serta paguyuban Pedagang Kaki Lima Kota Tangsel adalah wujud keseriusan dan semangat yang tinggi terhadap perkembangan usaha para pedagang kaki lima.

Ketua DPD APKLI Tangerang Selatan Desmon berharap agar usaha pedagang kaki lima yang ada untuk mampu memanfaatkan dengan baik program-program yang ada guna pengembangan usahanya sehingga peningkatan pendapatan semakin baik.

Dalam kesempatan yang sama (plt) Sekretaris DPD APKLI Tangsel, Syafrie Muharram menjelaskan tentang pentingnya pelaksanaan program Revolusi Kaki Lima. Adapun langkah efektif yang kini diagendakan menjadi program pengembangan usaha kaki lima dengan malaksanakan program lima pilar, yaitu:
Pertama, Revolusi Lahan Usaha Pedagang Kaki Lima di semua kawasan strategis, baik kawasan pasar, kawasan perkantoran, kawasan perumahan, kawasan sekolah agar para PKL mendapatkan kepastian hukum lahan usaha dalam menjalankan usahanya.

Kedua, Revolusi Modal Usaha, memberikan kemudahan akses modal usaha kepada Pedagang Kaki Lima. Karena Permasalahan pedagang mikro perkotaan seringnya mengalamai kesulitan akses ke perbankan serta jeratan para rentenir.

Ketiga, Revolusi distribusi barang dan jasa. Memberikan kemudahan akses pedagang kaki lima dalam penyediaan barang dagangan dan jasa dengan harga relatif lebih murah, tambahnya.

Keempat, Revolusi sistem informasi dan teknologi serta komunikasi pedagang kaki lima. Diharapkan mampu bersaing dengan pedagang Ritel modern.

Kelima, Revolusi dalam pendampingan para Pedagang Kaki Lima. Dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan dan kemampuan dalam memasarkan barang dagangannya, akan menjadi produk yang ada bisa terjual dengan skala besar, imbuhnya.

Dengan lima pilar yang ada, kami menyakini dapat membantu penataan dan pemberdayaan PKL sehingga pemerintah kota dan masyarakat pada umumnya tidak akan melihat PKL sebagai sumber kesemrawutan dan ketidaktertiban tapi menjadi sumber perekonomian bagi rakyat kecil dan jaring sosial bagi angkatan kerja produktif”, tutupnya.

*Ir

Mungkin Anda Menyukai