Air Laut Sudah Sampai ke Monas, Bagaimana Dampaknya ke Kesehatan?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan Jakarta kini tengah dihadapkan dengan masalah serius terkait air bersih. Dalam sebuah acara, dirinya mengatakan telah terjadi intrusi air laut hingga ke Monas bagian utara, tidak jauh dari Istana Negara.

Intrusi air laut merupakan kondisi masuknya air laut ke pori-pori tanah hingga mencemari kualitasnya. Intrusi air laur membuat air tanah sudah tidak bisa dikonsumsi lagi. Padahal masyarakat sangat membutuhkan air tanah untuk aktivitas sehari-hari termasuk untuk memasak dan minum.

Tangan mengambil air

Salah satu penyebab terjadinya instrusi air laut adalah pengambilan air tanah yang berlebihan. Oleh karenanya, diperlukan penanganan dan pembatasan penggunaan air tanah. Bila tidak, maka masalahnya bisa semakin meluas dan kondisi semakin parah.

Sementara itu, ada beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi apabila masyarakat mengonsumsi air laut. Seperti diketahui, Istana Negara terletak di Jalan Medan Merdeka Utara. Artinya, kualitas air yang ada di Istana sudah pasti tercampur dengan air laut.

Menurut situs ilmiah Earth Sky, minum air laut secara signifikan meningkatkan jumlah garam dalam aliran darah. Sebab konsentrasi garam dalam tubuh hanya 25 persen dari konsentrasi garam di air laut.

Meningkatnya jumlah garam membuat tubuh memiliki pekerjaan ekstra untuk menghilangkannya. Melansir Live Strong , garam membuat tubuh kehilangan cairan.

Semakin banyak air laut atau air asin yang diminum, maka semakin banyak cairan di tubuh yang hilang. Pada akhirnya kondisi itu bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi.

Secara bertahap, dehidrasi juga bisa menyebabkan kelesuan dan kebingungan. Hal ini tergantung dari jumlah air laut yang dikonsumsi dan berapa banyak air tawar yang diminum untuk menghilangkan efeknya. Selain itu, dehidrasi bisa menimbulkan darah dalam tinja, muntah, kehilangan nafsu makan, dan ketidaksadaran.

Pada tahap yang lebih serius, terus-menerus mengonsumi air laut dapat menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini membuat tubuh tidak dapat lagi memproduksi urin karena kekurangan air yang dapat digunakan.

(SP/mr)