AGBSI Banten Gelar Aksi Literasi Bikin Cerpen Jadi Beken

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) Provinsi Banten mengadakan kegiatan Webinar Aksi Literasi AGBSI Banten.

Webinar bertema “Bikin Cerpen Jadi Beken” tersebut merupakan pelatihan menulis cerpen bagi guru Bahasa Indonesia se-Provinsi Banten.

Webinar diselenggarakan secara virtual melalui saluran Zoom. Adapun narasumber webinar adalah Washadi, M.Pd, atau yang biasa dikenal Hadi Sastra, seorang guru, dosen, penulis, dan anggota AGBSI Provinsi Banten.

Dipandu oleh Pembawa Acara Desmiri Yenti, M.Pd, Laporan Ketua Panitia, disampaikan oleh Hari Suprapto, M.Pd. Peserta webinar berjumlah 82 orang guru-guru yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Ketua AGBSI Provinsi Banten, Neli Fori Karliana, M.Pd. Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan webinar tersebut merupakan program yang sudah lama direncanakan, namun karena adanya wabah pandemi Covid-19 maka baru terealisasi sekarang.

“Semua berkat kerja keras semua Panitia yang termasuk dalam Tim Kerja AGBSI Banten,” katanya.

Sementara itu, selain membuka acara literasi, Ketua Umum AGBSI Pusat, Jajang Priatna, M.Pd., menyambut baik gagasan dan kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus Wilayah AGBSI Provinsi Banten.

“AGBSI tidak pernah memaksa kepada siapa pun untuk menjadi anggota, mengingat dalam berorganisasi dibutuhkan kesiapan, loyalitas, dan dedikasi untuk mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketum menjelaskan bahwa AGBSI Pusat dapat memfasilitasi penerbitan buku-buku karya anggota. Kemudian, kesempatan sepenuhnya diberikan kepada Narasumber untuk memaparkan materi webinar.
Materi berjudul “Teknik Praktis Menulis Cerpen” disampaikan sekitar satu jam, dimulai dari pukul 10.00 sampai dengan 11.00 WIB. (2/5/2021)

Dalam materi tersebut, Hadi memaparkan beberapa teknik praktis dalam menulis cerpen. Teknik tersebut dibuat berdasarkan referensi dari berbagai sumber dan dari pengalamannya, termasuk hasil diskusi dengan banyak tokoh yang selama ini bergelut dalam ranah sastra.

“Sekalipun cerpen adalah kisahan pendek, tetapi tetap harus mencakup tiga bagian penting, yaitu: bagian permulaan, bagian tengah, dan bagian akhir.” paparnya

Selanjutnya, Hadi menjelaskan bahwa, teknik praktis dalam menulis cerpen dimulai dari merencanakan cerita, menyusun cerita, dan membuka cerita. Lalu, mengembangkan cerita dan menutup cerita.

Sesi Tanya-Jawab berlangsung cukup menarik. Banyak peserta yang antusias untuk bertanya seputar materi yang telah disampaikan. Satu per satu pertanyaan dapat dijawab oleh Hadi dengan sangat baik.

Adapun pertanyaan yang disampaikan melalui chat akan ditampung dan dibahas pada pertemuan-pertemuan selanjutnya.(Adt)

Mungkin Anda Menyukai