3 Tahun yang Menentukan, Jokowi Akhirnya Pilih Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru. Dua kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara dipilih menjadi lokasi ibu kota baru.

Biaya ibu kota baru diperkirakan mencapai Rp466 triliun dengan porsi APBN hanya 19%, sisanya investasi swasta maupun BUMN.

Pembangunan ibu kota dimulai 2020 dan ditargetkan bisa memulai aktivitas pada 2024.

Menurut Jokowi, rencana pemindahan ibu kota itu sudah dibahas sejak lama sejak era Presiden Pertama RI Soekarno. Namun akhirnya ibu kota jadi pindah pada pemerintahan Jokowi-JK.

“Pemerintah telah lakukan kajian mendalam dan kita intensifkan studi dalam 3 tahun terakhir,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

“Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di kabupaten Kutai Kartanagara Provinsi Kalimatan Timur,” sambung Jokowi.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan tiga klaster untuk memulai pembangunan ibu kota baru. Dengan klaster tersebut diharapkan konstruksi ibu kota baru bisa segera dipercepat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, klaster pertama adalah desain kawasan ibu kota negara. Hal ini terkait dengan tata ruang nanti ibu kota seperti apa serta tata bangunan dan lingkungannya.

Kedua adalah pelaksana konstruksi dasar. PUPR berencana akan mulai membangun jalan dan air dalam hal ini bendungan. Beberapa lokasi sudah ditentukan untuk pembangunan dasar ini.

Kemudian untuk klaster ketiga adalah bangunan gedung pemerintah. Di mana desain untuk gedung ini membutuhkan kehati-hatian.(ms)