People Power Sebuah Kerugian Bangsa

Sebagaimana diketahui bahwa Peopel Power adalah istilah dimana kekuatan kesadaran rakyat untuk bergerak dan turun ke jalan untuk mengkritisi, bahkan sampai menggulingkan rezim karena Negara di anggap sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kendati demikian, tentunya hal tersebut harus mempunyai Variabel yang mendasarinya, misal, harga-harga yang melambung tinggi, korupsi kolusi nepotisme (KKN), anjloknya Rupiah berbanding Dolar, Devisit Ekonomi Negara, otoriter, dsb.

Jika kita cermati dengan jernih, pada tahun 2019 ini tidak ada Variabel tersebut, People Power yang baru saja terjadi adalah murni ketidakpuasan hasil pemilu alias kentara dengan muatan politis. Sangat berbeda dengan People Power pada tahun 1998 yang memang gerakan massa rakyat yang pada saat itu benar-benar sudah tidak percaya lagi dengan rezim otoriter yang berkuasa selama 32 tahun.

Maka dari itu, People Power yang di gaungkan kemarin tak lebih hanya menghasilkan kerugian bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak ? Terdapat  Korban Jiwa, penjarahan terhadap kios pedagang hingga pembakaran mako dan kendaraan petugas kepolisian dan belum lagi korban luka-luka baik dari massa aksi dan juga para aparat TNI & Polri.

Meski Hal itu sengaja diciptakan oleh massa aksi, tapi tetap saja tidak mengundang simpati bagi masyarakat luas untuk turun melakukan aksi serupa agar People Power ini mendapat dukungan.

Semoga kejadian tersebut tidak berulang lagi, walaupun kasus ini sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK), namun apapun hasilnya nanti, Rakyat sudah mempunyai banyak pengalaman dan pasti akan lebih bijak dalam mengambil sikap.

 

*Mauladi Fachrian (Fachri)

– Dewan Kehormatan Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang.

– Humas DPD Posko Pejuangan Rakyat (Pospera) Banten.

– Sekretaris DPD Grind Kota Tangerang

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!