Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Kenali Perusak Keuntungan

Nabi Muhammad SAW terkenal dengan praktik dagang yang jujur. Dengan kejujuran tersebut, maka menimbulkan sebuah kepercayaan yang besar.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah melebih-lebihkan produk dengan maksud untuk memikat pembeli. Nabi Muhammad SAW dengan tegas menyatakan bahwa seorang penjual harus menjauhkan diri dari sumpah-sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang.

Nabi Muhammad SAW pun tidak pernah melakukan sumpah untuk melariskan dagangannya. Kalau pun ada yang bersumpah, Nabi Muhammad SAW menyarankan orang itu untuk tidak melakukan sumpah tersebut secara berlebihan.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sumpah yang diucapkan untuk melariskan perniagaan, dapat merusak keuntungan.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah Ra.) Demikian seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima,

Sumpah yang berlebihan dalam promotion telah sejak dahulu dianjurkan untuk dijauhi. Mengapa? Karena sumpah yang berlebihan, yang dilakukan hanya untuk mendapatkan penjualan yang lebih, tidak akan menumbuhkan kepercayaan (trust) pelanggan.

infografis

Mungkin pada saat kita melakukan sumpah yang berlebihan kita mendapatkan penjualan yang di atas rata-rata. Namun saat konsumen menyadari bahwa sumpah yang kita ucapkan hanya sebuah kebohongan maka konsumen tersebut tidak akan membeli lagi dari kita. Bukan itu saja, ia akan dengan sangat senang hati memberi tahu siapa pun untuk tidak membeli barang yang akan kita jual.

Dengan Muhammad bersabda bahwa, “Sumpah yang diucapkan untuk melariskan barang perniagaan dapat merusakkan keuntungan.”, membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW telah melihat jauh ke depan. Sebuah sumpah yang berlebihan akan mengancam kelangsungan usaha sang pedagang itu sendiri.

Lebih lanjut Nabi Muhammad SAW menekankan agar tidak melakukan sumpah palsu. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara yang tercela”. (HR Bukhari dan Muslim).

(kmj)

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!