Hari Film Nasional, Ini Pesan Lala Timothy

Sabtu (30/3/2019) seluruh sineas dan penikmat film Tanah Air merayakan Hari Film Nasional. Tepat pada tanggal 30 Maret 1950, Indonesia memperkenalkan debut film pertamanya dengan tajuk Darah dan Doa dari perusahaan film Indonesia.

Sekedar diketahui, penetapan tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional merupakan hasil konferensi dari Dewan Film Nasional pada 11 Oktober 1962. Kemudian keputusan itu diresmikan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie.

Lantas, apakah kata Lala Timothy sebagai salah satu filmmaker Indonesia mengenai keberadaan Hari Film Indonesia?

Saat dijumpai di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan belum lama ini, Lala Timothy menyebut apabila Hari Film Nasional mengingatkan kita pada yang namanya para pembuat film asal Indonesia.

Ia pun berharap dengan adanya Hari Film Nasional menumbuhkan semangat bagi para sineas dan penikmat film untuk memajukan industri film Indonesia.

“Buat saya (Hari Film Nasional) hanya mengingatkan kita film maker, terutama filmmaker Indonesia bahwa kita punya industri dan kita sebagai stakeholder perfilman Indonesia harus sama-sama untuk bisa maju,” kata Lala Timothy.

“Intinya Hari Film Nasional adalah selebrasi untuk mengingatkan kita untuk berkarya lebih dan saling support sama lain. Enggak cuma film maker, penonton juga, media juga,” sambungnya.

Meski begitu, kakak dari Marsha Timothy ini kembali menyinggung makna mendalam dari sebuah film. Dimana baginya, seorang film maker, sebuah film adalah wadah bagi Lala untuk menyampaikan sebuah cerita kepada penonton.

“Kalau buat saya (makna film) karena sekarang saya produser film, adalah medium saya untuk bisa menyampaikan cerita-cerita yang ingin saya sampaikan ke penonton,” tandasnya.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!