Grind Banten: Hoaks dan Fitnah Tak Mampu Hentikan Komitmen Jokowi Bangun Indonesia

Isu hoaks dan fitnah yang kerap menyerang pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini tak mampu memengaruhi kinerjanya dalam menjalankan program pembangunan nasional. Isu negatif yang diarahkan kepadanya itu meliputi hal pribadi, keluarga, hingga kebijakannya sebagai kepala negara.

Sekjen Garda Rajawali Perindo (Grind) Provinsi Banten, Musa Al-asari, mengatakan, hoaks dan fitnah akan terus diciptakan pihak tertentu hingga Pemilu berlangsung pada 17 April 2019. Targetnya, kata dia, semata-mata untuk menurunkan popularitas Jokowi di tengah masyarakat.

“Mereka bisa saja menyusun cara-cara hitam melalui hoaks dan fitnah. Tapi kami mengingatkan pula, bahwa upaya itu tak mampu hentikan komitmen Jokowi membangun Indonesia,” terang Musa, di Pamulang, Tangerang Selatan.

Kepemimpinan Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pembangunan nasional dianggap berhasil. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kemampuannya memimpin keluarga. Karena keluarga adalah lingkungan terkecil dari sebuah bangsa yang besar.

“Keluarga adalah hal yang paling inti dalam sebuah bangsa. Karena pada dasarnya, bangsa adalah keluarga besar,” imbuhnya.

Menurut Musa, Jokowi punya kapasitas memimpin keluarga dan bangsa, dimana tak ada keinginan apapun darinya untuk memafaatkan posisi sebagai presiden untuk kepentingan keluarga. Diketahui, anak-anaknya justru memilih berwirausaha ketimbang menduduki jabatan di pemerintahan.

“Bagaimana mau mengurus Indonesia kalau mengurus keluarga kecil saja tidak bisa. Pak Jokowi tak aji mumpung, beliau tak mau mencampuri urusan negara dengan kepentingan keluarganya,” imbuh Musa.

Kata Musa, bisa dikatakan jika saat ini Presiden Jokowi merupakan pemimpin yang paling banyak mendapat hinaan sejak disumpah menjadi presiden pada 2014 silam. Hinaan dan fitnah terhadap Jokowi, bebernya, bahkan menyasar juga ke keluarga, hingga menyangkut kehormatan dan martabat.

“Insya Allah beliau muslim yang baik. Bertahun-tahun dihina, difitnah, dianggap pura-pura (taat agama), sampai akhirnya terjadi titik balik,” ujar Musa.

Dikatakan Musa, kesabaran dan keteguhan hati itulah yang membuat banyak ulama dan kiai memberi dukungan kepada Jokowi. Apalagi, selama 4 tahun kepemimpinannya selama ini memberikan dampak signifikan bagi pembangunan fisik dan mental secara nasional.

“Banyak tokoh ulama dan kiai yang mendukung, ada TGB Muhamad Zainul Majdi, itu dulu partainya tak dukung tapi beliau pribadi dukung, karena keislaman dan komitmen Pak Jokowi membangun Indonesia itu jelas dilakukan, kongkrit. Sehingga kepercayaan itu tumbuh luas di masyarakat,” kata dia.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!