Pengumuman Nomor Urut Capres-Cawapres, Perindo Minta Jalin Keakraban

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bakal mengumumkan nomor urut calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019, Jumat (21/9/2018). Partai Perindo berharap pengambilan nomor urut capres-cawapres di KPU RI berlangsung aman.

Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Perindo Christophorus Taufik menghimbau pendukung atau relawan dua bakal calon capres-cawapres tetap berkepala dingin meski berbeda pilihan ketika mengawal pengambilan nomor urut di Gedung KPU RI.

“Semoga para pendukung kedua pasangan dapat memberikan contoh kehangatan dan keakraban yang dipertontonkan oleh kedua pasangan sehingga tidak perlu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Chris Taufik ketika dihubungi, Kamis (20/9/2019).

Menurutnya pendukung kedua pasangan  capres-cawapres untuk tidak saling berkomentar negatif antara satu sama lain saat mengambil nomor urut. Sebaliknya, mereka harus menunjukan rasa perdamaian daan persaudaraan meski berkontestasi pada Pemilu 21019.

Tak berhenti di situ, Chris Taufik mengingatkan menghadapi Pemilu seharusnya masyarakat tidak saling menghujat karena berbeda pilihan. Sebab, esensi dari Pemilu adalah pesta demokrasi sehingga kondisi yang terjadi di masyarakat yakni penuh kegembiraan menyambut pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Ingat ini pesta demokrasi. Namanya pesta harus kita jalani dengan penuh keceriaan,” ucapnya.

Diketahui, dua pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan bakal paslon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipastikan akan mengambil nomor urut Pemilu Presiden 2019 yang diumumkan KPU RI, Jumat malam. Diperkirakan dua kubu dari ratusan massa akan mengawal dua bakal capres-cawapres tersebut mengambil nomor urut untuk bertarung di Pemilu Presiden 2019 pada April mendatang.

Taufik mengaku nomor urut pasangan capres-cawapres tidak berpengaruh pada perolehan suara dalam Pemilu. Sebab, faktor utama penentu kemenangan capres-cawapres adalah kualitasnya bukan berdasar nomor urut yang didapat.

“Nomor 1 atau 2 sama baiknya, tidak akan ada nomor 2 tanpa nomor 1. Demikian juga nomor 1 tidak akan punya makna apa-apa jika tidak ada nomor 2,” tutur Taufik.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!