Gelar Rapat Pleno, KPU Klaim DPT Ganda Telah Berkurang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHB) Pemilihan Umum 2019. Dalam rapat tersebut, penyelenggara pemilu mengklaim jumlah DPT ganda sudah berkurang.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan, rapat pleno ini merupakan tindak lanjut dari rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional pada 5 September 2018.

“Saat itu terkait adanya masukan dari parpol dan masukan Bawaslu, disepakati dilakukan pencermatan bersama atas dugaan data ganda yang disampaikan. Jumlahnya kalau kita perhatikan mengalami pengurangan,” kata Viryan di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

KPU, kata dia, telah melakukan pertemuan dengan pengurus parpol tingkat pusat dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebanyak empat kali setelah rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional pada 5 September.

Pertemuan tersebut dilakukan guna mengoordinasikan pergerakan dan perubahan dugaan data ganda yang tengah dilakukan penyisiran bersama.

“Data yang disampaikan oleh Bawaslu jumlahnya 131 ribu pada tanggal 6 (September) itu juga langsung kami serahkan ke KPU provinsi untuk dilakukan pencermatan bersama. Dari hasil pencermatan tersebut, jumlahnya sudah berkurang sangat besar,” ujar Viryan.

 

Sebelumnya, Bawaslu merekomendasikan KPU menunda rekapitulasi DPT Pemilu 2019 karena masih ditemukan data ganda sebanyak 131 ribu.

“Dari 76 kabupaten/kota (15 persen) yang sudah melaporkan, terdapat pemilih ganda sebanyak 131.363,” ujar Ketua Bawaslu Abhan, di Jakarta, Rabu 5 September 2018.

Bawaslu menilai banyaknya DPT ganda menunjukkan data yang tidak akurat. Hal ini, menurut dia, membuktikan kurang berfungsinya Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!