KPK Minta Bawaslu Sejalan dengan KPU soal Caleg Eks Napi Korupsi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) punya semangat dan pandangan yang sejalan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait bakal calon legislati‎f (caleg) mantan narapidana korupsi.

Sebagaimana hal tersebut ditanggapi Saut setelah Bawaslu meloloskan 12 caleg mantan narapidana korupsi. ‎Padahal, KPU sendiri telah mengeluarkan PKPU ‎Nomor 20 Tahun 2018 terkait aturan pelarangan bagi mantan narapidana korupsi untuk ikut Pileg 2019.

“‎Sama-sama ngatur Pemilu seharusnya memiliki nilai yang sama,” kata Saut kepada media, Kamis (13/9/2018).

Namun, Saut masih meyakini bahwa KPU dan Bawaslu akan mempunyai semangat yang sama untuk mengatur sistem pemilu di Indonesia. Sebab, menurut Saut, sistem demokrasi di Indonesia masih berkembang.

“Ya itu peradaban demokrasi kita masih akan terus dibangun. Sabar aja. Ada saatnya semua akan baik,” pungkasnya.

Ilustrasi (Dok Okezone)

Di sisi lain, Bawaslu enggan mengomentari diloloskannya 12 bakal calon legislatif berlatar belakang mantan narapidana korupsi. Menurut Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, pihaknya telah bersepakat untuk menunggu hasil putusan Mahkamah Agung (MA).

Putusan MA itu yakni terkait proses uji materi gugatan PKPU ‎Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur larangan bagi mantan narapidana korupsi untuk nyaleg.

“Selain sudah lama, kami sudah bersepakat dengan KPU dan DKPP enggak menanggapi masalah ini. Tunggu putusan MA,” kata Afifuddin.

MA sejauh ini masih mempelajari gugatan aturan PKPU yang menjadi‎ polemik menjelang Pileg 2019. Hakim untuk menyidangkan gugatan Judicial Review (JR) sudah disiapkan, tapi MA belum dapat memastikan kapan sidang itu akan segera digelar.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 12 mantan napi korupsi yang lolos untuk menjadi bakal caleg di pemilu 2019. 12 orang tersebut adalah Abdulah Puteh (Dapil Aceh), Syahrial Damapoli (Dapil Sulawesi Utara), Joni Kornelius Tondok (Toraja Utara).

Kemudian, Ramadan Umasangaji (Pare-Pare), M Nur Hasan (Rembang), Andi Muttamar Mattotorang (Bulukumba), M Taufik (Jakarta), Abdul Salam (Palopo), Ferizal dan Mirhamuddin (Belitung Timur), Maksum Dg Mannassa (Mamuju), serta Una Saiful Talub Lami (Tojo).

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!