Menaker Selfie Bareng Joni, Pahlawan Tiang Bendera dari Atambua

Aksi heroik Yohanes Gama Marchal Lau atau dipanggil Joni, siswa kelas VII SMPN 1 Siliwangi mendapat banyak sorotan setelah dirinya memanjat tiang bendera setinggi 9 meter pada upacara peringatan HUT RI ke-73 di Atambua.

Hal ini pun tak lepas dari perhatian Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri yang mengapresiasi aksi heroik dari Joni. Menteri Hanif mengajak Joni melakukan swafoto (selfie) saat pembukaan Asian Games 2018 semalam.

“HERO. Pahlawan kecil kita dari Atambua, NTT. .” tulisnya, dikutip dari Instagram resmi Menteri Hanif, Minggu (19/8/2018).

Foto tersebut diunggah Menteri Hanif di akun instagram pribadinya.  Dalam foto yang diunggahnya, tampak Menteri Hanif dengan Joni yang berfoto selfie sambil tersenyum di hadapan kamera.

Sampai berita ini di turunkan, postingan tersebut mendapatkan 7.313 suka dan 132 dari netizen Instagram. Banyak komentar dari netizen yang memuji aksi Joni dan bangga padanya.

Salah satunya komentar datang dari @yanti***, “Berkumpul sama orang-orang besar semoga suatu saat kamu akan jadi seperti beliau”.

Ada lagi yang berkomentar dari @anoe***, “Saya bangga sekali denganmu Dek, salam dari Bogor.”

Sebagai informasi, saat upacara berlangsung sebelum memasuki momentum pengibaran bendera merah putih, siswa yang biasa dipanggil Joni itu sudah lebih dahulu keluar barisan karena menderita sakit perut. Siswa kelas 7 SMPN Silawan itu lalu dirawat sejumlah petugas medis di sebuah tenda di sekitar lokasi upacara.

Di tengah kondisi itu saat memasuki puncak acara pengibaran bendera, peserta upacara lalu terdengat riuh. Keriuhan terjadi karena utas tali yang digunakan untuk menggerek bendera ke puncak tiang putus. Namun karena insiden itu terjadi setelah para petugas pengibar mengikat tali bendera ke utas tali gerek dan dinyatakan siap maka peserta pun tetap melanjutkan upacara dengan menyanyi lagu Indonesia Raya.

Meskipun lagu terus dinyanyikan namun bendera tak tergerek hingga ke puncak tiang. Mendengar riuh dan ributnya peserta upacara, Joni pun sigap.

Beberapa saat memanjat Joni sempat berhenti karena kelelahan dan akhirnya dilanjutkan hingga ke puncak tiang dan menyambungkan utas tali yang putus. Aksi heroik bocah kelahiran 10 Oktober 2004 itu mampu menyelamatkan situasi saat itu.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!