Stakeholder Pariwisata Gerak Cepat Tangani Wisatawan di Lombok

Seluruh stakeholder pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat untuk menangani para wisatawan pasca-gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu 5 Agustus 2018 malam. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, Lalu Muhammad Faozal.

Menurutnya, sejak Minggu malam Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram telah melakukan evakuasi di beberapa lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Termasuk pula beberapa lokasi pariwisata yang dikunjungi para wisatawan lokal ataupun mancanegara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas. Mereka sudah bergerak mengirim tim sejak pukul 03.00 Wita. Di Gili Trawangan dan Gili Meno, Lombok Utara. Saat ini semua masih melakukan penanganan,” ujar Faozal.

Faozal menambahkan, seluruh pihak terus berupaya melakukan penanganan dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada. Bantuan kapal juga telah disiapkan oleh Kementerian Perhubungan sejak tadi pagi.

“Untuk sekarang teman-teman terus berupaya maksimal memberikan pelayanan bagi wisatawan. Bantuan kapal juga telah disiapkan oleh Kementerian Perhubungan,” sambungnya.

Selain itu Faozal juga menekankan bahwa aktivitas bandara Lombok berjalan dengan normal. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, pihak bandara juga telah berunding dengan pihak maskapai. Mereka akan memutuskan apakah dibutuhkan extra-flight untuk penumpang.

“Sedang didiskusikan dulu untuk keperluan extra flight. Tapi nanti akan sediakan konter untuk melayani perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya.

Selain bandara, beberapa sejumlah pelabuhan di Lombok seperti Pelabuhan Pemenang, Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Carik diketahui belum ada temuan kerusakan sarana dan prasarana akibat gempa.

Menpar Arief Yahya

“Beberapa pelabuhan di Lombok juga tadi diinfokan bahwa belum ada temuan kerusakan. Namun petugas masih terus melakukan pengecekan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Faozal juga mengatakan, saat ini Crisis Center Tourism juga sudah dibentuk Dispar NTB bersama Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Crisis Center ini beralamat di jalan Langko Nomor 70 Mataram. Faozal juga menghimbau agar masyarakat pengguna media cetak atau elektronik untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak sesuai fakta atau hoax.

“Ini penting. Jika ada yang perlu diketahui silahkan hubungi pihak terkait. Sehingga informasi yang didapat akurat dan sesuai fakta,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengapresiasi langkah cepat stakeholder pariwisata NTB. Hal ini menjadi penting karena ini semakin membuktikan kepada dunia safety and security dalam manajemen crisis pariwisata Indonesia makin kuat.

“Terima kasih untuk reaksi cepat dari semua pihak. Saya mendapat laporan 1.000 wisatawan sudah di evakuasi dari beberapa Gili di NTB. Langkah cepat, responsif semakin menaikkan kredibilitas pariwisata Indonesia,” ujar Menpar Arief.

Menteri asal Banyuwangi tersebut juga berjanji untuk terus memberikan informasi terkini terkait penanganan wisatawan di Lombok.

“Kami akan terus memberikan informasi yang terkini, tentang segala situasi yang terjadi, terkait 3A. Akses, Amenitas dan Atraksi di Destinasi Lombok dan Bali,” tukasnya.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!