Media Di Tahun Politik

Meminjam pernyataan Mc Quail (2000:102)bahwa, “the mass media are largely responsible for what we call either mass culture or popular culture, and they have ‘colonized’ other cultural forms in the process” (media massa bertanggung jawab atau mempunyai peran besar terhadap apa yang disebut kebudayaan massa atau budaya populer,dan dalam prosesnya media massa telah “menjajah” bentuk budaya lain). Dalam konteks kekinian, peran media sudah digembar gemborkan sebagai pilar demokrasi direpublik ini, media telah dianggap memiliki peran lebih secara politis  karena eksistensi media dalam ruh politik dinegara ini semakin mendominasi.

Mulai dibukanya kran demokrasi (politik praktis) ditahun 1998 menjadi “gong” awal kekuatan media hadir sebagai “solusi” bahkan media massa dianggap menjadi “raksasa” baru yang dapat menggiring kekuatan untuk satu kekuatan lainnya. Artinya media massa menjadi katalisator atas kekuatan medan magnet dengan masyarakat sebagai gelombang magnetiknya.

Dari setiap era baru politik, kita menyaksikan banyaknya gembosan isue bahwa media dihadirkan sebagai alat propaganda yang paling masive untuk menerbitkan kekuatan politik yang tidak jelas haluan positif dan negatifnya semata mata hanya untuk kepentingan pihak tertentu  meskipun tidak ada yang dapat menyimpulkan kebenaran hal tersebut karena bagaimanapun media menjadi tolak ukur atas satu kebutuhan mendasar masyarakat dengan masyarakat atau masyarakat dengan pemerintah dalam hal ” tools of comunication support”.

Dengan demikian, pada tahun politik kali ini jika kita lihat rentetan panjang perjalanan politik kebelakang sangat berpeluang untuk “media” menjadi icon of icon (alat tokoh politik untuk bermain praktis). Kesucian media harus mampu menjadi pemberi suara kebenaran tanpa muatan politis para elit yang menjadikan media massa sebagai alat propaganda yang paling efektif. Media harus tetap berdiri kokoh sebagai transformasi gagasan dan pola yang berdinamika dalam keseharian masyarakat tanpa muatan politik praktis.

Eksistensi media sebagai corong demokrasi harus menempatkan sumber berita terpercaya menjadi sebuah rujukan utama agar informasi yang tersebarpun dapat memberi manfaat dan tentu dapat dipertanggung jawabkan. Suara kebenaran harus menjadi keyakinan media dalam menyampaikan kabar berita kepada hal layak agar masyarakat tetap menjadikan media massa sebagai sumber informasi terpercaya dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sejatinya “media” adalah alat perjuangan yang kita gunakan sebagai bentuk dari pengejawantahan ide dan gagasan yang bebas merdeka dalam menyarakan bahasa kebenaran.

 

Musa al as’ari

*Penulis adalah Sekretaris Wilayah Garda Rajawali Perindo Banten

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!