Ketum Grind Ingatkan Pihak Universitas Deteksi Dini Paham Radikal

Merebaknya paham radikalisme di kampus yang berada di wilayah Indonesia menjadi keprihatinan banyak pihak.

Masuknya aliran dan antek-antek terorisme ke dunia pendidikan jangan dipandang sebelah mata dan harus diwaspadai.

Menurut Ketua Umum Garda Rajawali Perindo (Grind) Kuntum Chairu Basa dalam upaya memberantas paham radikalisme dan terorisme, aparat penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pencegahan.

Butuh kerjasama serta dukungan dari berbagai pihak dari otoritas kampus, tokoh agama, pemerintah serta aparat hukum lainnya memberantas paham radikal.

“Dalam artian akademisi maupun dosen harus ada pembinaan khusus dan tidak dilepas begitu saja. Upaya deteksi dini juga harus dilakukan secara intens,” kata Kuntum.

Kuntum menekankan kepada para rektor diimbau untuk bekerja sama berbagai pihak dalam mencegah masuknya paham radikal di universitas.

Sebab, selama ini kampus menjadi sasaran paling empuk masuknya paham tersebut sehingga internal akademisi harus mewaspadai keberadaan paham radikal.

Perlu bimbingan diberikan kepada pendidik, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan agar memiliki daya tahan terhadap paham-paham radikalisme.

“Tenaga dosen dan mahasiswa harus ada pembinaan secara berkala dan ada pemantau khusus. Seluruh lapisan juga harus mengawasi kegiatan mahasiswa. Dengan begitu pemahaman radikalisme dan terorisme dibasmi sampai ke akar-akarnya,” ucapnya.

Sebelumnya pihak Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberhentikan Guru Besar Guru Besar Fakultas Hukum Undip, karena diduga mendukung salah satu organisasi yang dilarang pemerintah.

Tak berhenti di situ, dua orang dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dinonaktifkan lantaran cara pandang mereka mengenai Pancasila dan berafiliasi dengan organisasi terlarang.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!