PPP Harapkan Parpol di Koalisi Keumatan Lakukan Langkah Konkret

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak keberatan dengan Koalisi Keumatan yang digagas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Koalisi Keumatan ini digagas Rizieq dengan mengajak Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Bulan Bintang (PBB).

“Prinsipnya, setiap ikhtiar yang bertujuan untuk kemaslahatan banyak orang, ya silakan saja,” ujar Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Meski begitu, Arwani menyinggung keberadaan partai-partai tersebut di parlemen dalam melakukan langkah nyata untuk kepentingan umat. Salah satunya, adalah pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol yang hingga saat ini belum selesai serta norma mengenai pemidanaan terhadap tindakan LGBT dalam RKUHP.

“Fraksi-fraksi yang disebut masuk dalam koalisi keumatan, seperti Fraksi Gerindra, Fraksi PKS dan Fraksi PAN mestinya dapat bersama PPP untuk segera menuntaskan pembahasan RUU ini. Secara substansial, RUU ini memiliki dimensi keumatan yang nyata,” jelas Arwani.

habib

Arwani berharap Koalisi Keumatan ini sebaiknya aktif memperjuangkan politik legislasi yang secara nyata memperjuangkan kemaslahatan umat.

“Jargon keumatan baiknya dikonkretkan dengan kerja politik nyata di parlemen mulai politik legislasi maupun politik anggaran yang berorientasi pada kemasalahatan umat,” harapnya.

Sebelumnya wacana pembentukan koalisi ini mencuat dalam pertemuan antara Prabowo Subianto, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab di Makkah. Dalam pertemuan tersebut, Rizieq meminta Gerindra, PKS dan PAN membentuk ‘koalisi keumatan’ untuk Pilpres 2019.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!