Begini Warga Lombok Mengisi Ramadan di Islamic Center

Suara Azan asar berkumandang. Warga Kota Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berdatangan ke masjid di kompleks Islamic Center di persimpangan Jalan Langko dan Jalan Udayana untuk salat berjamaah. Selepas itu, mereka menghabiskan senja di sana sambil menunggu tibanya waktunya berbuka.

Ada yang memilih berzikir dalam masjid, melihat-lihat pameran buku, menikmati panorama dari 13 menara Gedung Islamic Center dengan ketinggian 114 meter, ada juga yang ikut aksi panahan bersama komunitas panahan Mataram.

Begitulah pemandangan ngabuburit warga di Kompleks Islamic Center Mataram, Sabtu 26 Mei kemarin. Kompleks seluas 7,5 hektare itu jadi salah satu tempat favorit bagi warga menanti magrib untuk buka puasa selama Ramadan.

Warga bersantai di depan masjid kompleks Islamic Center Mataram (Adi/Okezone)

“Ya, ini sudah terjadi sejak awal Ramadan dan menjadi salah satu lokasi favorit warga Muslim Mataram,” kata seorang pengurus Islamic Center Ardianto kepada Okezone.

Sejak dibangun dan beroperasinya Islamic Center pada 16 Desember 2016, lokasi itu telah menjadi magnet bagi warga. Apalagi di bulan penuh berkah ini, lokasi ini menjadi pilihan umat menanti saatnya berbuka. Banyak pilihan yang bisa dilakukan jamaah di lokasi ini untuk mengisi waktu berbuka puasa.

“Umat bisa berdoa di dalam masjid, bisa melihat pameran buku, bisa menonton panggung khasida. Bisa naik ke puncak menara setinggi 114 meter atau disebut minaret 99 Asmaul Husnah dan bisa ikut melatih ketangkasan panahan. Kita sediakan semuanya bagi jamaah,” sebut pegawai kontrak yang sudah mengabdi di Islamic Center Mataram sejak 2010 itu.

Dia mengaku umat Islam Mataram memilih Islamic Center itu bukan sekadar menanti waktu berbuka, namun juga ikut hingga Salat Tarawih disambung tadarus hingga pukul 12.00 Wita tengah malam.

Panahan di kompleks Islamic Center Mataram (Adi/Okezone)

Masjid Hubbul Wathan atau Cinta Tanah Air itu menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat. “Daya tarik ikonik itulah juga menjadi daya tarik umat Islam Mataram datang berbondong-bondong ke lokasi itu menanti berbuka dan tarawih bersama,” katanya.

Selama bulan Ramadan, masjid yang bisa menampung ribuan jamaah dengan luasan bangunan masjid utama 32.300 meter per egi itu menghadirkan imam dari Mesir dan Yordania. Untuk 10 malam pertama menghadirkan Syeikh Ezzat Sayyid Rasyid.

“Dan hari ini di 10 malam kedua atau malam 11 akan hadir imam dari Yordania di shalat tarawih yaitu Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya. Dan 10 malam terakhir alan hadir Syeikh Mahmud Abdul Basit dari Mesir,” katanya.

Banyak orang beriktikaf juga di masjid tersebut. “Ini bulan penuh berkah. Saatnya merenungi segala sikap selama ini dan memohon pertobatan agar diberikan rahmatbdan berkat dari Allah,” tutur seorang jamaah ditemui dalam masjid.

Sementara jemaat yang lain mengaku terus berakativitas agar tak merasa kalau sedang berpuasa. ” ya saya memilih ikut aktivitas panahan ini sekadar isi waktu sebelum waktu berbuka. Hitung-hitung uji ketangkasan saya.”

Usai salat dia memilih ikut panahan hanya sekadar mengisi waktu. “Ya hobi saja,” ucapnya.

Makin dekat waktu berbuka puasa, kian banyak pula warga yang hadir ke masjid. Lapak penjaja takjil di kompleks itu pun diserbu warga.

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!