Tokoh Agama di Banten Kecam Aksi Teror Surabaya

Tokoh pimpinan lintas agama di Provinsi Banten mengecam aksi teroris di Surabaya dan Sidoarjo yanng mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Kami berkumpul atas dasar keekaan dan di tengah kebhinekaan. Kami menyatakan sikap terkait tindakan terorisme yang meninggalkan korban jiwa,” kata Ketua MUI Banten A.M Romli di Kota Serang, Banten, Senin (14/5/2018).

Dengan adanya tindakan terorisme berupa bom bunuh diri di gereja-gereja dan beberapa lokasi di Indonesia, majelis agama Banten menyerukan sikap bersama dengan pimpinan lintas agama dari Islam,  Keristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

Berikut pernyataan sikap dari majelis majelis agama Provinsi Banten:

1. Keprihatinan mendalam dan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang telah kehilangan orang tercinta, mendoakan korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME. Bagi yang sedang dalam perawatan segera dipulihkan kesehatannya.
2. Mengecam keras kejahatan terorisme yang keci dan biadab di luar batas kemanusiaan, tindakan tersebut bukan aharan agama bahkan bertentangan dengan ajaran agama manapun.
3. Mendukung aprat penegak hukum mengungkap dan menindak tegas dan tuntas kelompok teroris beserta jaringannya.
4. Menyerukan kepada Polri memberi perlindungan maksimal pada pemuka agama dan umat beragama serta rumah ibadahnya.
5. Menyerkan masyrakat Banten tetap tenang dan waspada seraya meningkatkan silaturahmi, mempererat persaudaraan, persatuan, kedamian dan memelihara kerukunan.
6. Meningkatkan kehati-hatian warga Banten serta menjauhi upaya politisasi atas kejadian tersebut karena akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak korban teror.
7. Untuk tidak menyebarluaskan foto dan video korban teror melalui media sosial dan media massa demi menjaga kondusifitas, kenyamanan umat beragama.

(sn/nag)
banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!