Bule Kanada Bantu Cari Harimau Bonita yang Mangsa 2 Warga di Riau

Sudah hampir empat bulan sejak seekor harimau sumatera menerkam dua warga hingga tewas di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sampai saat ini, warga masih ketakutan karena harimau bernama Bonita itu belum berhasil ditangkap. Seorang bule asal Kanada menawarkan diri membantu petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) Riau untuk menjinakkan Bonita agar bisa ditangkap.

Bersama tim gabungan, pawang harimau bernama Sakti Wolvers Teegh itu menelusuri kanal dan areal perkebunan kelapa sawit untuk melacak keberadaan jejak sang harimau. Cara perempuan berusia 22 tahun ini tidak biasa. Dia melacak keberadaan Bonita dengan mencari frekuensi suara yang dikeluarkan binatang buas itu. Setelah mendapatkannya, dia akan berusaha menjinakkan Bonita.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Suharyono mengatakan, Sakti menawarkan diri melalui Yayasan Ashari untuk membantu kerja tim gabungan mencari keberadaan bonita yang sudah memasuki empat bulan menebar ancaman bagi warga. “Dia murni seorang volunteer, bukan seorang pekerja khusus yang didatangkan ke Indonesia,” tuturnya.

Sakti diketahui sangat memahami frekuensi suara yang dikeluarkan binatang, termasuk harimau. Meski terbilang muda, pengalaman Sakti dalam menangani konflik hewan dengan manusia tak bisa diragukan lagi. Sakti pernah menangani konflik gajah di Lampung dan menangani orangutan di Kalimantan.

“Kami memberikan titik-titik tempat jelajah Bonita kepada Sakti. Kemudian, dia yang menelusuri ke sana dan mengikuti ke sana. Dia kan merasakan melalui caranya, seperti meditasi. Dia bisa merasakan ada apa tidak si Bonita dengan mencari frekuensinya. Pada saat menyambung dengan frekuensi itu, dia akan merasakan kehadiran Bonita sehingga kami bisa menangkapnya,” papar Suharyono.

Harimau Sumatera bernama Bonita diketahui sebelumnya menerkam dua warga hingga tewas di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau. Sejak itu pula, petugas BBKSDA Riau terus berupaya mencari dan menangkapnya karena membuat masyarakat khawatir akan ada lagi korban jiwa. Namun, hingga memasuki empat bulan pencarian, Bonita belum ditemukan. Bantuan dari Sakti diharapkan bisa mempercepat penemuan Bonita.

banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!