Ditanya Penutupan Hotel Alexis, Kasatpol PP DKI Ngeluh Sakit Gigi

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu, tak ingin menjelaskan kepada awak media ihwal penundaan penutupan Hotel Alexis, Jakarta Utara. Ia terkesan menghindar saat diserbu awak media di Balai Kota, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Yani terlihat mengenakan baju seragam kebesaran Satpol PP berwarna cokelat. Ia beralasan sedang sakit gigi sehingga tak bisa menjelaskan secara detail penutupan Hotel Alexis kepada awak media. Ia pun memegangi pipinya agar tampak seperti orang sakit gigi.

No comment. Sakit gigi nih, sakit gigi,” kata Yani seraya memegang gigi sambil berjalan menuju gedung H.

Wartawan yang melihat gelagat Yani seperti itu tak tinggal diam dan terus mengejarnya dengan sejumlah pertanyaan. Akhirnya, langkah Yani pun terhenti lantaran harus menunggu lift. Setelah tak berkutik, Yani langsung menjelaskan kepada awak media.

Yani mengatakan, pihaknya dalam menutup Hotel Alexis memiliki tahapan-tahapan, yakni melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Satpol PP. Kemudian setelah itu menunggu Peraturan Gubernur.

“Terkait dengan Alexis, SKPD pembina kan Parbud, kemudian lanjut ke PTSP kemudian Satpol PP, gitu kan. Itu tahapannya. Tinggal menunggu. Kita tinggal menunggu aja, sesuai dengan amanat yang tertuang di dalam pergub,” kata Yani.

Soal surat edaran yang dikeluarkan Satpol PP berisi permohonan bantuan personel yang ditujukan kepada Polda Metro Jaya, Kasgartap 1 Jakarta, Kodim 0502, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Pademangan Jakarta Utara untuk menutup Hotel Alexis, kata Yani, itu merupakan suatu prosedur yang harus dilaksanakan.

“Berkoordinasi kan prosedur. Bukan hanya dengan lisan kan. Harus dengan tertulis kan,” ucap Yani.

Satpol PP, lanjut Yani, dalam menindak tegas memiliki prosedur seperti yang dilakukan TNI dan Polri.

“Bertindak itu ada yang terbuka, ada yang tertutup ada perlu dirahasiakan, ada yang perlu dipublikasikan, ada yang perlu dibuka. Kita melakukan operasi, samalah dengan TNI/Polri, sama dengan operasi-operasi seperti itu. Ada prosedurnya, ada sistematikanya, ada aturannya. Saya komandonya, saya pemegang komandonya,” tandasnya.

banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!