Tolak UU MD3, Mahasiswa Gruduk DPRD Kalteng

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Kalteng Peduli Demokrasi (AGRKPD), melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Jalan S. Parman Kota Palangka Raya, Jum’at (9/3/2018). Aliansi mahasiswa yang  terdiri dari aktivis GMNI, SAPMA PP Kalteng,PMII,GMKI, PMKRI, HMI, BEM UPR, FKIP UPR, KMHDI dan FMN menolak revisi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Salah satu isi pasal UU MD 3 yang dinilai mahasiswa kontroversial tentang kewenangan DPR untuk mempidanakan pengkritiknya. Aliansi Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi menganggap pasal tersebut langkah kartu sakti DPR agar tidak tersentuh masyarakat yang sangat menciderai demokrasi di Indonesia.

“Kami tidak akan tinggal diam dengan kelakuan DPR yang ingin menjadi otoriter dengan melecehkan demokrasi Indonesia,” Ujar Arifudin yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI.

Sementara itu, Ketua SAPMA PP Kalteng Muhammad Ryan Hidayat menjelaskan kepada suarapersatuan.com bahwa aksi ini murni dilakukan mahasiswa sebagai tanggung jawab sosial dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Kami tidak akan pernah diam ketika ada yang coba menciderai demokrasi di Indonesia. ” Pancasila adalah Ideologi bangsa Indonesia yang memberikan dan melindungi kebebasan untuk berpendapat. Maka siapapun yang coba membungkam suara kritis akan berhadapan dengan kami anak kandung rakyat Indonesia”. Tegas Ryan

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!