Jamaah Haji Indonesia Akan Miliki Virtual Account

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan memberikan virtual account bagi seluruh jamaah haji. Dengan adanya instrumen tersebut maka setiap jamaah bisa melihat setiap pergerakan dana yang sudah ditabung maupun pertambahan dana dari bagi hasil pengelolaan dana haji.

Plt Kepala BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, adanya virtual account ini merupakan bagian dari gebrakan BPKH dalam upaya transparansi kepada jamaah. “Jadi nanti jamaah bisa melihat berapa dana biaya yang ada tanpa harus ke bank,” ujar Anggito, saat sosialisasi virtual account, Kamis (21/12/2018).

Transparansi yang dilakukan oleh BPKH merujuk kepada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 3014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Hal inilah yang menjadi pembeda pengelolaan dana jamaah haji saat di bawah kementerian agama dengan BPKH.

Selain itu, perbedaan mendasarnya lainnya adalah setiap jamaah yang menanti waktu keberangkatan akan mendapatkan keuntungan (bagi hasil) sesuai dengan pengelolaan dana haji. Sehingga, ada asas keadilan distribusi nilai manfaat dari pengelolaan haji.

Anggito mencontohkan, jika jamaah sudah melakukan pembayaran awal pendaftaran haji senilai Rp25 juta di bank, maka saldo yang akan didapat nasabah tidak hanya dana yang disetorkan, melainkan ada pertambahan dana bagi hasil yang telah dikelola BPKH. “Misalkan, nanti masa tunggunya 10 tahun maka ya dia akan mendapatkan keuntungan selama itu,” ujarnya.

Nantinya total dana ibadah haji, katakanlah Rp35 juta ditambahkan dana bagi hasil Rp5 juta ditambah setoran awal haji Rp25 juta, maka jamaah hanya perlu membayar Rp5 juta.

Begitu juga dengan jamaah haji daftar tunggu yang ternyata tidak bisa berangkat karena wafat atau membatalkan berangkat. Mereka mendapat nilai manfaatnya selama masa tunggu. Sementara saat dana haji dikelola oleh Kementerian Agama tidak demikian, karena Kementerian Agama tidak memiliki kewenangan untuk mengolah atau melakukan investasi terhadap dana jamaah haji.

Namun, virtual account masih digodok lebih matang. Hal yang pasti, virtual account ini nantinya berlaku untuk semua jamaah yang masuk daftar tunggu.

Sekadar diketahui, mulai 2018, Kementerian Agama akan menyerahkan dana haji kepada BPKH. Nilai dana haji yang akan diserahkan kepada BPKH per Desember 2017 tercatat senilai Rp96,6 triliun.

banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!