Keren! Ketika Polisi Ikut Festival Kebudayaan di Sleman

Anggota Polres Sleman, Yogyakarta turut serta dalam festival budaya ‘Sumbu Imajiner 2017’ di Sleman Yogyakarta, Kamis (21/9/2017). Dalam festival tersebut, anggota Polres Sleman memakai baju adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris.

Kapolres Sleman, AKBP, Burkan Rudi Satria memberikan filosofi tentang pakaian yang dikenakan anggota Polres Sleman tersebut. Seperti negara Indonesia yang diciptakan berbagai budaya dan latar belakang berbeda, tapi inilah yang membuanya kokoh.

“Artinya polisi itu bertindak sebagai fasilitator kalau ada perbedaan dan katasilator untuk pendorong agar masyarakat menerima perbedaan ini. Faktanya perbedaan ini yang membuat negara ini kuat dan indah. Bukan justru di pertentangan dan akhirnya merugikan kita semua,” ujar Burkan kepada wartawan di Sleman, Yogyakarta, Kamis (21/9/2017).

Ia menjelaskan, polisi yang ditampilkan dalam festival budaya tersebut ialah Bhabinkamtibmas. Terlebih mereka ujung tombak yang bersentuhan dengan masyarakat. Dimana masyarakat juga paham, bahwa Bhabinkamtibmas menerima semua perbedaan.

“Jadi ayo kita ikuti bhabinkamtibmas kita sebagai pendorong untuk menerima perbedaan untuk memperkuat negara ini bukan untuk perlemah negara ini,” tuturnya.

Menurutnya, untuk keamanan sendiri, tidak begitu ketat, karena acara ini merupakan festival kebudayaan bagi masyarakat. Ia menambahkan, kenyamanan masyarakat inilah yang terpenting dalam melihat festival kebudayaan.

“Masyarakat paling terganggu pada festival ini yaitu kemacetan, tapi itu tidak masalah karena mereka menikmati festival ini,” pungkasnya. (sym)

(ulu)

banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!