5 Mitos Penyebab Kanker yang Beredar Luas di Masyarakat

Banyaknya mitos yang berkembang mengenai penyakit kanker di masyarakat yang kebenaranya masih diragukan, membuat pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini perlu ditingkatkan lagi. Beberapa mitos yang marak dibincangkan masyarakat adalah penyebab penyakit kanker.

Seperti halnya, konsumsi jenis makanan tertentu dapat menyebabkan sel kanker hingga banyak juga makanan yang dianggap super food yang dapat mencegah kanker. Dengan adanya berbagai mitos di masyarakat ini dapat dilihat bahwa pengetahuan masyarakat terkait kanker, pencegahan dan perawatannya masih minim.

“Padahal, berdasarkan hasil data Riskesdatin tahun 2013 prevalensi penyakit kanker pada penduduk Indonesia mencapai 0.14% dari total penduduk atau sebesar 347.792 orang,” papar Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD-KHOM saat jumpa pers Betadine Retro Run 2017 di Bunga Rampai, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Salah satu rumor yang banyak muncul adalah terkait penyedap rasa (MSG) sebagai salah satu pemicu penyakit kanker. Padahal, faktanya MSG terbukti tidak menyebabkan kanker. “MSG terbukti nggak bikin kamker. Tapi kalau kebanyakan itu bikin kulit jadi jelek. Itu sudah teruji dan ada penelitiannya,” kata dia.

Berikut beberapa mitos penyebab kanker lainnya.

1. Kanker disebabkan oleh manusia dan merupakan penyakit modern
Kanker telah ada sejak ribuan tahun lalu. Caratan medis di Mesir dan Yunani menemukan tanda-tanda kanker pada kerangka manusia dari 3000 tahun silam. Meski gaya hidup, diet dan polusi udara berdampak pada risiko terkena kanker, namun tidak sepenuhnya disimpulkan kanker sebagai penyakit modern buatan manusia. Banyak penyakit kanker datang dari alam. Satu dari enam kanker yang mendunia disebabkan oleh oleh berbagai virus dan bakteri yang beredar.

2. Superfood dapat mencegah kanker
Penelitian menunjukkan bahwa menjaga berat badan yang ideal, olahraga teratur, mengikuti diet dapat menurunkan risiko terserang kanker hingga 35%. Menghindari alkohol berlebihan serta tidak merokok akan menurunkan risiko lebih besar lagi.

3. Mengomsumsi makanan asam memicu kanker
Mengonsumsi makanan asam tidak meningkatkan risiko kanker, sementara makanan dengan tingkat alkalin lebih tinggi sebaliknya. Yang menentukan tingkat keasaman adalah asidosis, sebuah kondisi fisiologis di mana ginjal dan paru-paru tidak dapat menyeimbangkan tingkat pH. Lingkungan asam di seputar sel kanker lebih disebabkan oleh cara tumor menciptakan energi dan menggunakan oksigen, dibandingkan dengan selaput sehat lainnya.

4. Pengobatan kanker lebih merusak daripada menyembuhkan
Kemoterapi, radioterapi atau bedah merupakan perawatan serius. Efek sampingnya terasa kuat lantaran pengobatan yang diciptakan untuk mematikan sel kanker juga dapat mengganggu fungsi beberapa sel sehat, misalnya sistem pembentukan darah (lekosit dan akar rambut).

5. Biopsi membuat tumor menjadi ganas

Banyak orang yang menolak pemeriksaan biopsi terhadap tumor yang diidapnya karena khawatir benjolan akan menjadi kanker atau akan menjadi ganas. Namun ini hanyalah mitos yang dapat menghambat pengobatan. Sebuah benjolan yang jinak tidan akan menjadi ganas karena biopsi. Tumor jinak akan tetap jinak, demikian pula sebaliknya.

(alv)
banner 468x60

Subscribe

Berlangganan Suara Persatuan? masukan email anda!